Menteri Lukman sebut beragama harus radikal, tapi hormati perbedaan
Merdeka.com - Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin mengatakan, tidak mempermasalahkan beragama dengan radikal. Hanya saja menurut dia, tetap saja umat Islam harus menghormati perbedaan di kalangan muslim, atau dengan pemeluk agama lain.
"Radikal itu memang harus. Sebagai pemeluk Islam, kita harus radikal, tapi kita harus mengakui adanya perbedaan. Dan itu harus dihormati," kata Lukman saat menjadi pembicara dalam dialog "Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Terorisme" di JEC (Jogja Expo Center), Yogyakarta, Rabu (28/10).
Menurut Lukman, hakikat beragama dengan radikal adalah memahami ajaran agama secara keseluruhan, hingga akar-akarnya. Menurut dia, sikap radikal itu tidak sama dengan paham radikal, seperti halnya Negara Islam Irak dan Suriah, atau kelompok teroris yang mengatasnamakan Islam.
Lukman menyatakan, ada perbedaan tegas antara radikal dengan teroris. Salah satunya terkait dengan aksi. Pemeluk Islam radikal menurut dia seharusnya menghindari kekerasan, karena dalam Islam hal itu tidak diperbolehkan.
"Terorisme itu ekstrem. Mereka melakukan kekerasan dan memaksakan kehendaknya. Ini yang harus dipahami benar soal kata radikal. Jangan sampai perbedaan pemahaman ini membuat kita rancu," ujar Lukman.
Selain radikal, Lukman meyakini setiap umat Islam juga harus berjihad. Namun perlu dipahami, lanjut dia, kata jihad sesungguhnya memiliki banyak makna dan luas, yang kerap disalahartikan dan dipersempit.
"Kata jihad itu artinya sungguh-sungguh. Sungguh mengamalkan ajaran Islam. Jadi jihad itu bukan hanya berperang, tapi juga mengajar, melakukan perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain," tutup Lukman. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya