Menteri Khofifah sebut lokalisasi PSK terbanyak ada di Kalimantan
Merdeka.com - Kementerian Sosial menargetkan 100 lokalisasi prostitusi di Indonesia ditutup. Hal ini setelah Kemensos mengumpulkan semua pemerintah daerah beberapa bulan lalu. Target utama adalah penutupan lokalisasi yang berada di daerah perkotaan maupun kabupaten.
"Saat kita kumpulkan semua kepala daerah pada bulan Januari lalu, terdata 100 tempat lokalisasi di seluruh Indonesia. Untuk paling banyak ada di Kalimantan, ada 33 titik," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Minggu (17/4).
Di Kalimantan, terbanyak ada di Kalimantan Timur, kemudian disusul Tanggerang dan wilayah Kabupaten Mojokerto di Jawa Timur.
Sebagai langkah awal, Kemensos bakal memberikan sosialisasi di bulan depan. "Bulan depan akan kita usahakan untuk mulai lakukan sosialisasi penutupan. Karena target kita tahun 2019 Indonesia sudah bebas dari prostitusi atau pun tempat maksiat," terang dia.
Dalam menutup lokalisasi, yang paling penting dipikirkan adalah bagaimana nasib para PSK (pekerja seks komersil). Apakah akan mendapatkan pekerjaan, atau diberi keterampilan khusus.
Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU tersebut, yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberikan bantuan usaha produktif dan merehabilitasi. Agar tidak terjerumus kembali ke lembah hitam, yakni menjadi seorang PSK.
"Mereka yang keluar (eks PSK) dari tempat itu akan dilakukan rehabilitasi, dan dipastikan mendapatkan ilmu ketrampilan, untuk jadi modal kerja, kemudian juga mendapatkan jaminan hidup dan usaha produktif," tegas dia.
Ketika disinggung mengenai prostitusi online? Alumnus Fisip Universitas Indonesia Jakarta tersebut mengaku kalau itu bukan tugas utama dari Kementerian Sosial. Sebab yang berhak untuk melakukan penindakan adalah pihak penegak hukum, yakni Kepolisian.
"Itu bukan dari bagian tugas Kemensos, tapi polisi yang akan melakukan tindakan dan penegakan," tandas dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya