Menteri Jonan belum bisa pastikan penyebab kecelakaan KA Bangunkarta
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan belum dapat memastikan penyebab kecelakaan Kereta Api yang terjadi di Stasiun Warudhuwur, Kabupaten Cirebo, Sabtu (23/5) malam. Menurut dia, penyebab kecelakaan baru bisa dipastikan paling tidak minggu depan.
"Saya kalau penyidikan nggak pakai arahan dong, tapi saya minta seminggu ini sudah ada laporan. Paling lama. Ya gitu. Kalau korban meninggal tidak ada. Luka-luka saja dua orang kan," kata Ignasius Jonan kepada merdeka.com Minggu (24/5) usai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Puri Gedeh, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Jonan memastikan jika kecelakaan di Stasiun Warudhuwur, Kabupaten Cirebon tersebut tidak berdampak sangat besar terhadap arus lalu lintas perjalanan kereta api. Selain itu, korban dan kerugian akibat kecelakaan tersebut cenderung ringan.
"Ya kalau begini ya. Kecuali keretanya bres begini kalau cuma kesenggol terus selip begitu, nggak apa-apa. Lho masinisnya saja kan nggak apa-apa kan. Walaupun lokonya sampai begini (terguling)," ungkapnya.
Jonan belum bisa memastikan apakah kecelakaan tersebut akibat human error (kesalahan petugas) atau kesalahan teknis.
"Belum tahu. Belum tahu karena kalau human error yang tadi saya katakan tadi kesalahan pengoperasian sinyal. Jadi salah mindah wesel. Begitu. Tapi kalau elektrik nggak mungkin. Tapi kalau salah mindah wesel dia tidak mau. Pasti. Atau kesalahan itu ya memang sitem pemindahan wesel elektrik itu ya harus dibenahi karena dulunya ini stasiun baru," ujarnya.
Jonan mengaku tidak sempat mengunjungi atau mengecek secara langsung kecelakaan KA di Warudhuwur karena telah berjanji bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, terkait pengerjaan proyek pembangunan Kemenhub di Jateng.
"Ya nanti kalau seminggu sudah ada hasilnya tanya saya lagi. Opo tak karang dewe tah? Saya sebenarnya kalau tidak sudah janjian sama Pak Gub (Ganjar Pranowo) saya ke sana tadi. Tadi malam langsung ke sana saya," ucapnya.
Selain itu, Jonan memastikan proses penyelidikan secara internal mulai saat ini sudah berjalan terus. Sementara ini, Jonan belum bisa memastikan dan berkomentar apa penyebab pasti tabrakan kereta tersebut.
"Kalau kecelakaan Warudhuwur ini, nanti ada pemeriksaan internal sendiri pemeriksaan gabungan antara PT KAI dan Kementerian Perhubungan, setelah itu dilanjutkan pemeriksaan KNKT. Jadi saya nggak berani komentar penyebabnya apa," tuturnya.
Diketahui, Kereta api penumpang Bangunkarta jurusan Jakarta - Surabaya menabrak bagian belakang kereta api barang yang sedang berhenti di Stasiun Warudhuwur, Kabupaten Cirebon, pukul 19.15 WIB Sabtu (24/5). Peristiwa itu menyebabkan dua korban luka-luka, sedangkan seluruh penumpang lainnya selamat dan sudah dievakuasi.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya