Menteri Hanif nilai K3 di pabrik kembang api jauh dari layak
Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Hanif Dhakiri mengakui standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada industri di Indonesia belum baik. Ini juga terjadi di pabrik kembang api yang meledak di Kosambi, Tangerang.
"Karena memang diakui beberapa standar K3 di Indonesia masih relatif belum baik. Mau dari perusahaan atau juga dari pekerjanya," ujar Hanif di pabrik kembang api Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/10).
Menurutnya, setelah meninjau langsung lokasi pabrik kembang api yang meledak, dirinya beranggapan bahwa pabrik kembang api di Desa Belimbing itu masih jauh dari unsur kesehatan dan keselamatan kerjanya.
"Soal K3 ini dari temuan dan indikasi sementara yang saya lihat masih jauh dari layak," terangnya.
Dia mengaku akan lebih menajamkan sanksi dalam penerapan K3 di berbagai sektor ketenagakerjaan. Tujuannya, agar industri benar-benar memperhatikan sisi kesehatan dan keselamatan pekerja.
"Seperti alat keselamatan kerja yang tidak digunakan pekerja. Nah ini, harus diperkuat. Ada pikiran itu selama ini terkait UU Keselamatan. Dari segi konten baik, tapi sanksi terlalu minimal," tandasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya