Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri ESDM: Korban tewas di Freeport jadi 28 orang

Menteri ESDM: Korban tewas di Freeport jadi 28 orang jero wacik. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sebanyak 28 orang tewas dalam musibah di PT Freeport, Papua beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI.

"Baru saja kami dapat informasi. Jadi 14 jenazah lagi diketemukan hari ini," kata Jero dalam rapat di DPR seperti dikutip Antara, Jakarta, Selasa (21/5).

Jero mengatakan hingga saat ini total korban meninggal sebanyak 28 orang, 10 orang selamat dengan rincian 5 luka ringan dan 5 luka berat. Dia pun menjelaskan peristiwa ini terjadi ketika diadakan latihan rutin untuk keselamatan kerja "undermining" yang diikuti 40 orang terdiri dari 25 orang Papua, 15 orang bukan Papua.

Latihan yang baru berlangsung selama dua hari itu tiba-tiba menjadi hari mengenaskan ketika ruang kelas yang digunakan untuk belajar tiba-tiba runtuh menimbun puluhan peserta di dalamnya.

"Korbannya 38 orang, karena pada hari kedua, ada dua orang yang tidak datang," ujarnya.

Politikus asal Demokrat ini juga menjelaskan setelah mengetahui peristiwa yang terjadi pada 14 Mei tersebut, pihaknya langsung mengutus inspektur tambang dari ESDM ke Papua dan dua hari kemudian Dirjen Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menyusul ke Papua.

"Selasa pagi pukul 09.00 WIT, kami dapat infonya. Saat itu juga kami langsung bergerak. Tiga inspektur tambang dari ESDM berangkat ke Papua, dua hari berikutnya saya utus Dirjen Thamrin Sihite," imbuhnya.

Dalam perjalanan menuju lokasi, lanjutnya, Thamrin dan Dirut Freeport mendapat penghadangan oleh massa. Setelah terjadi negosiasi, akhirnya 1 dari 3 mobil jeep yang dibawa oleh rombongan diperbolehkan untuk memasuki lokasi kejadian.

Pada Selasa (14/5) pukul 07.40 WIT, terowongan bawah tanah Big Gossan runtuh. Saat kejadian, terdapat 38 pekerja Freeport yang sedang mengikuti pelatihan di terowongan tersebut. Lokasi kejadian berdekatan dengan ruang kantor dan berada jauh dari area kegiatan pertambangan aktif.

Sesaat setelah kejadian, Freeport langsung melakukan upaya penyelamatan para korban. Namun, upaya penyelamatan tersebut terkendala ruang di dalam terowongan yang sempit dan masih adanya risiko runtuhan lebih lanjut.

Hingga saat ini, Freeport dan Inspektur Tambang baik pusat maupun daerah masih menyelidiki penyebab longsor. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP