Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Basuki ground breaking jalan tol layang di Makassar

Menteri Basuki ground breaking jalan tol layang di Makassar Menteri Basuki ground breaking jalan tol layang di Makassar. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeldjono melaksanakan ground breaking jalan tol layang AP Pettarani di Makassar, Kamis (19/10). Jalan tol layang yang diadakan PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) ini sepanjang 4,3 kilometer yang akan melintas dari ujung Jalan AP Pettarani atau Selatan Kota Makassar menuju Jalan Urip Sumoharjo.

Ground breaking jalan tol layang AP Pettarani oleh Menteri PUPR ini sekaligus juga peresmian under pass simpang Mandai, dan disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan ketua DPRD Sulsel Muhammad Roem.

"Mudah-mudahan harapan Pak Gubernur, awal tahun 2018 pembangunan jalan tol layang ini sudah bisa dimulai," kata Basuki.

Di kesempatan yang sama, Syahrul dalam kata sambutannya berusaha merayu Menteri PUPR agar proyek jalan ini panjangnya bisa ditambah.

"Kawasan di Jalan AP Pettarani ini adalah jalan tersibuk, jalan terpadat di Makassar. Jalan tol ini adalah solusi kemacetan. Kalau di daerah Jawa, panjang jalan tolnya mulai dari puluhan hingga ratusan kilometer seperti di daerah Jawa Tengah sampai 237 kilometer. Kenapa di Makassar ini hanya 4,3 kilometer," ujar Syahrul.

Sementara itu, Anwar Toha, Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) yang akan melaksanakan pembangunan jalan tol layang AP Pettarani mengatakan total anggaran mencapai Rp 2,3 triliun.

Jalan tol layang AP Pettarani ini dibangun di atas jalan nasional, menggunakan desain kantilever (double decker) yang merupakan teknologi pertama di Indonesia. Dengan desain ini, jalan tol layang dibangun tanpa adanya pembebasan lahan. Pembangunan membutuhkan waktu sekitar dua tahun masa konstruksi.

"Maret 2018 nanti kita memulai karena pembangunan jalan tol layang ini akan melintasi banyak utility seperti PDAM, Telkom dan PLN. Itu harus direlokasi dulu. Itu tidak gampang, butuh waktu," kata Anwar Toha. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP