Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Basuki akan bangun rusun untuk relokasi korban banjir Garut

Menteri Basuki akan bangun rusun untuk relokasi korban banjir Garut Banjir bandang Garut. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, segera merelokasi para korban banjir bandang. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah susun (rusun) baru untuk para pengungsi.

"Di sana (Garut) rumah-rumah yang terkena dampak serius. Maka kita prioritaskan rumah yang rusak untuk dilakukan relokasi. Rumah yang sudah tidak layak untuk dihuni," kata Basuki di Malang, Jumat (24/9).

Basuki sempat menawarkan sejumlah alternatif untuk kepentingan relokasi, di antaranya menempati rumah yang sudah ada. Tetapi kemudian dipertimbangkan untuk membuat rusun baru.

"Kita harus segera bikin. Tadinya ada rusun yang tidak dihuni, akhirnya minta pada Bupati untuk milih orangnya agar nanti tidak dijual," katanya.

Pihaknya mengaku sedang mencari lokasi rusun baru tersebut. Beberapa sudah ditawarkan dan sedang dalam proses lebih lanjut.

Akibat banjir bandang di Kabupaten Garut, sebanyak 168 kepala keluarga (KK) terkena dampak. Pemkab Garut sendiri sudah memiliki rumah susun sewa (rusunawa) sebanyak 98 unit. Sisanya harus segera dibangun dalam waktu dekat.

"Kalau menurut data Bupati, berjumlah 168 rumah yang terdampak. Kami sudah punya rusun di sana sekitar 98 unit. Kita segera buat lagi untuk yang sisanya. Segera dibikin rusun," tegasnya.

Basuki menjelaskan, banjir Garut karena debit air yang sangat tinggi. Sehingga, walau tanggulnya masih berdiri bagus, tetapi posisi rumah di bantaran.

"Rumah-rumah di bantaran rata oleh air dan bikin tanggul melimpas," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP