Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri agama ingin Indonesia jadi kiblat pendidikan Islam dunia

Menteri agama ingin Indonesia jadi kiblat pendidikan Islam dunia Menag Lukman Hakim kunjungi ICW. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan website www.scholarship.kemenag.go.id untuk program 5.000 Doktor dan 10.000 santri Tahfidz Alquran. Program ini bekerjasama dengan sejumlah pimpinan universitas internasional seperti di Belanda, Prancis, Australia, Inggris, Kanada, Saudi Arabia, Mesir, Turki, dan Maroko.

"Tidak semata mengembangkan budaya Islam, tapi ingin memberi sumbangsih di dunia dalam berbagai persoalan dunia yang sedang dihadapi," ungkap Lukman di kantornya, Senin (9/3).

Menurutnya, program ini dilaksanakan dalam kurun waktu 5 tahun terhitung mulai 2015 hingga 2020, dan setiap tahun terdapat 1.000 beasiswa yang akan diberikan. Dia menambahkan Indonesia yang demokratis dan pluralistik dapat melahirkan intelektual berwawasan Islami dan menuju negara demokrasi terbesar di dunia.

"Pusat peradaban Islam ada di Indonesia. Di Indonesia Islam bisa berdemokrasi hidup bersama mengayomi keberagaman," tambahnya.

Program 5.000 doktor mengirim dosen dan civitas akademika ke berbagai universitas dalam negeri dan luar negri. Tercatat beberapa universitas dalam negeri seperti UPI Bandung, UI, UGM, UNY, UNJ, ITB, UM Malang, UIN Jakarta, UIN Malang, dan juga UIN Yogyakarta. Ke luar negeri seperti di Amerika, Australia, Inggris, Belanda, Belgia, Maroko, Tunisia, Austria, dan juga Singapura. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP