Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Agama berharap penetapan 1 Syawal seragam

Menteri Agama berharap penetapan 1 Syawal seragam Lukman Hakim Saifudin. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Penetapan awal bulan puasa dalam tahun ini atau 1436 H, antara pemerintah, organisasi Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dilakukan secara bersamaan. Namun, bukan tidak mungkin pada saat penetapan awal bulan Syawal atau Hari Raya Idul Fitri nanti ada kemungkinan perbedaan.

"Tentu sebagai sebuah kemungkinan, kemungkinan ke arah sana terbuka. Tapi bagaimanapun juga kita harus menunggu sidang isbat. Kita berupaya mudah-mudahan ada kesamaan pandang untuk bagaimana kemudian kita bisa sama-sama memasuki bulan Syawal ini," kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7).

Lukman berharap penetapan awal Syawal dapat dilakukan secara bersamaan. Baik itu antara Muhammadiyah yang lebih dulu menetapkan 1 Syawal sementara pemerintah serta NU yang bakal menggelar rukyatul hilal dan sidang isbat terlebih dahulu.

"Namun kalau pada akhirnya terjadi perbedaan, kita harus menyikapi dengan arif dan bijaksana karena tentu perbedaan masing-masing memiliki landasan penjelasannya masing-masing," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Lukman, pihaknya tetap akan memfasilitasi antara dua organisasi Islam (NU dan Muhammadiyah) yang beda pandangan soal penetapan awal bulan puasa dan 1 Syawal. Lukman menegaskan, Kementerian Agama tak akan membeda-bedakan antara ormas satu dengan lainnya walaupun beda pandangan soal penetapan awal puasa dan 1 Syawal.

"Kita Terus membangun komunikasi dengan semua ormas-ormas Islam dan para pimpinan ormas tersebut, ulama-ulama, untuk bagaimana kita bisa menyamakan cara pandang kita," tutupnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP