Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mensesneg: Posisi Wamen Tidak Berarti Harus Diisi

Mensesneg: Posisi Wamen Tidak Berarti Harus Diisi Mensesneg Pratikno jajal sirkuit Mandalika. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan kembali hingga saat ini belum ada rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle para kabinet Indonesia Maju. Hal tersebut juga menjawab penambahan jabatan wakil menteri yang disiapkan Jokowi yaitu Wakil Menteri Sosial.

"Tidak ada, belum ada," katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/12).

Dia menjelaskan, Jokowi menambah kursi wamen untuk mempersiapkan jika dibutuhkan dalam satu lembaga kementerian. Tetapi tidak diwajibkan untuk diisi saat ini.

"Jadi memang dalam kelembagaan beberapa kementerian yang cukup besar ada posisi wamen. Mengapa? Karena kita hadapi suasana ketidakpastian jadi ada situasi tertentu dimana perlu dibackup wamen," ungkapnya.

"Dunia berubah cepat gini. Banyak ketidakpastian makannya secara kelembagaan kita buat kelembagaan yang fleksibel ada posisi wamen tapi tidak berarti harus diisi," pungkas Pratikno.

Untuk diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan delapan kursi kosong wakil menteri jajaran kabinet Indonesia Maju. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini mengatakan jabatan tersebut dibuka bukan karena politik tetapi urusan pemerintahan.

"Itu slot yang selalu dibuka untuk memenuhi kebutuhan, apabila sudah dinilai butuh, akan diambil, kalau belum ya belum. Ini urusan pemerintahan, bukan politik," kata Faldo dalam keterangan tertulis, Senin (27/12).

Dia tidak menampik dengan Jokowi meneken beberapa peraturan presiden terkait jabatan wakil menteri banyak disorot masyarakat. Terlebih dikaitkan dengan urusan politik.

"Kami ingin tegaskan aturannya memang membuka itu, semuanya terkait judgement presiden," bebernya.

Faldo menjelaskan saat ini seluruh jajaran pemerintah bekerja dengan optimal. Dia pun tidak menutup kemungkinan Jokowi akan menambah personel jika dibutuhkan.

"Sejauh ini, kerja jajaran Pemerintahan masih optimal. Apakah ada kenaikan target dari Presiden? Kita tunggu saja tahun ini. Kalau ada kebutuhan, pasti diisi," pungkasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP