Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menpora Andi bicara soal bangunan ambruk di Hambalang

Menpora Andi bicara soal bangunan ambruk di Hambalang Andi Mallarangeng . Merdeka.com

Merdeka.com - Pada Kamis Malam tanggal 24 Mei 2012, tanah di dua bangunan dalam lokasi proyek sport center Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, amblas. Hujan yang mengguyur seharian dengan derasnya membuat tanah di lokasi tersebut amblas dan dua bangunan yang berada diatasnya pun ambruk. Dua bangunan tersebut yakni Lapangan Indoor dan Power House di zona 3.

Hal ini menimbulkan masalah baru bagi Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng yang dituduh melakukan suap terhadap proyek tersebut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang membidik Andi terkait tuduhan suap yang disangkakan padanya atas proyek senilai Rp 1,2 triliun itu.

Ironisnya, peristiwa amblasnya dua bangunan sport center Hambalang itu terjadi setelah beberapa jam sesaat Andi usai diperiksa KPK hari itu. Pada kesempatan itu, Andi pun sempat membantah tudingan Nazar menerima suap senilai 20 miliar dari Adhi Karya atas pengerjaan proyek Hambalang tersebut.

Berikut tanggapan Andi terkait Proyek Pembangunan 'Sport Center' di Bukit Hambalang, Sentul, Jawa Barat kepada wartawan, Senin (29/5).

Bagaimana kronologi longsornya proyek Hambalang itu?

Memang benar telah terjadi tanah longsor pada titik tertentu yang longsor di proyek Hambalang itu. Pada waktu saya berkunjung ke sana pada bulan Februari, saya ditunjukkan tempat terjadi longsor yang terjadi sebelumnya. Kalau enggak salah saya dapat laporannya bahwa mulai bulan Desember (2011) sudah retak-retak. Jadi bukan kejadian baru-baru ini tapi beberapa waktu lalu. Jadi pada saat ditunjukkan saya sudah memerintahkan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dari stuktur tanah dan bangunan-bangunan tersebut sehingga hal semacam itu tidak terulang lagi, tentu saja hal yang paling tepat secara engineering untuk pembangunan selanjutnya. Tetapi sementara itu saya sudah meminta agar pembangunan di lokasi tersebut yang terkena dampaknya supaya dihentikan dulu sementara sampai evaluasi secara menyeluruh bisa diselesaikan dan solusi untuk melanjutkan pembangunan kembali itu bisa dilakukan dengan baik. Itu kejadiannnya dan harapan kita semoga evaluasinya bisa selesai dengan cepat.

Sebelum pembangunan apa memang lokasinya tidak dipelajari dulu?

Tentu saja sudah ada proses konsultasi, pengecekan dan lain sebagainya, karena proyek ini kan bukan sesuatu yang baru tetapi sudah dimulai dari 2003. Kemudian penentuan lahan itu sendiri, dari empat lokasi yang diteliti dan pada waktu itu diputuskan. Sebelum saya menjadi menteri sudah ada penelitian baik tentang struktur tanah dan segala macamnya dan semuanya disampaikan bahwa bisa berjalan dengan baik. Tidak pernah disampaikan agar itu jangan dilanjutkan. Sekarang ada longsor tapi tidak di keseluruhan, ada di zona tiga. Makanya sekarang dievaluasi saja semuanya dan memang dihentikan sementara supaya bisa dilihat dan ditentukan solusinya dengan tepat. Penghentian itu sudah mulai pada Desember, dan waktu saya berkunjung ke sana juga saya instruksikan begitu. Sampai sekarang masih dihentikan, akan berakhir sampai didapat hasil evaluasi.

Pak Adhyaksa (mantan Menpora sebelum Andi) mengatakan sudah memberikan rekomendasi bahwa di daerah itu memang tidak layak?

Begini, saya tidak pernah pernah diberitahu oleh Pak Adhyaksa agar jangan dibangun di sana atau jangan dilanjutkan. Pada waktu saya jadi menteri di situ sudah ada jalan, ada masjid, ada asrama, ada lapangan bola, ada pagar sekelilingnya, jalannya pun sudah diaspal. Dananya juga sudah ada Rp 125 miliar, tinggal sertifikat yang belum selesai. Karena itu, ketika sertifikat selesai, dilanjutkan lagi pembangunannya. Ketika saya serah terima jabatan, Pak Adhyaksa tidak memberitahu agar jangan dilanjutkan, justru hasil penelitian yang sebelumnya, waktu pendahulu saya, justru mengatakan bahwa ini lokasi dan tanahnya yang terbaik dari empat lokasi. Calon lokasinya antara lain di Karawang, Jonggol, Hambalang dan beberapa tempat lainnya yang diteliti pada 2004, saat itu masih pada masa kepemimpinan dirjen olahraga.

Apakah pembangunanya dari awal memang sudah dikonsep seperti yang sekarang atau seperti yang dikatakan Pak Adhyaksa?

Saya hanya melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh pendahulu-pendahulu saya sejak mulai dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Olahraga tersebut, kemudian ke Kemenpora dan sebagainya.

Menurut Pak Adhyaksa, tadinya lokasi itu dibangun untuk sekolah olahraga, bagaimana bisa berkembang menjadi sport center?

Jadi sebenarnya wacana itu ada yang sekolah, ada yang sport center, sebenarnya sama saja. Karena sekolah dan sport center menggunakan venue-venue olahraga. Bedanya kalau sekolah, hanya ada sekolah SMP dan SMA. Kemudian juga ada venue untuk elit-elit senior yang pada waktu tertentu, Pelatnas membutuhkan tempat untuk berlatih juga. Jadi lapangan latihannya sama. Kemudian waktu itu maket dan perencanaan-perencanaannya sudah ada, saya hanya tinggal melanjutkan.

Mengenai kondisi bangunan yang diduga kurang berkualitas karena pelaksanaannya dilakukan beberapa subkontraktor, bagaimana?

Nah sekarang ini BPK sedang melakukan audit. KPK juga sedang melakukan penyelidikan. Kita serahkan saja semua kepada lembaga-lembaga yang punya kewenangan-kewenangan itu, kalau ada penyimpangan-penyimpangan tentu harus ada yang bertanggungjawab.

Menurut Anda ini kelalaian siapa, karena ada yang menuding anda lalai?

Sekali lagi, BPK sedang mengaudit, KPK juga sedang melakukan penyelidikan. Biarlah semua dilakukan oleh lembaga-lembaga tersebut. Kami siap untuk bekerja sama sepenuhnya, kalau ada penyimpangan-penyimpangan, tentu saja harus bertanggungjawab.

Siapa yang bertanggungjawab atas kejadian ini?

Sekarang ini kan masih dalam proses konstruksi, karena itu belum diserahkan ke Kemenpora. Dalam hal ini ada kontraktor, ada konsultan dan lagi setiap bangunan juga diasuransikan. Jadi selaku ini masih dalam proses konstruksi, ya mereka yang bertanggungjawab dalam pembangunan.

Berapa kerugian dari ambruknya bangunan itu?

Belum tahu karena itu yang terkena dampaknya langsung adalah rumah genset dan satu lagi lapangan bulutangkis yang sedang dalam konstruksi. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP