Menlu soal pedang emas dari Arab Saudi: Untuk Kemlu bukan buat Retno
Merdeka.com - Kerajaan Arab Saudi ternyata tak hanya memberikan pedang emas ke Polri melalui Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pedang emas juga diberikan ke Kementerian Luar Negeri melalui Retno L Marsudi.
Retno menegaskan pemberian pedang emas tersebut bukan diberikan ke dirinya. Namun, Kerajaan Arab Saudi memberikan cinderamata atas kunjungan Raja Salman Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia untuk Kementerian yang ia pimpin.
"Pedang itu diberikan ke Kementerian Luar Negeri bukan diberikan kepada Retno Marsudi," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/3).
Retno menjelaskan, pedang emas tersebut merupakan lambang persahabatan antara Arab Saudi dan Indonesia. Pedang emas tersebut diberikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi.
Setelah menerima pedang emas tersebut, Retno langsung menyerahkan ke bawahannya melalui Irjen Kementerian Luar Negeri sebagai tanda bahwa dirinya tak menerima pedang emas secara pribadi sebagai seorang Menteri Luar Negeri.
"Saya sendiri tidak melihat dari sejak saya diberikan sampai sekarang karena itu ada di kantor. Jadi sekali lagi bukan untuk Retno Marsudi. Adalah untuk institusi," ujarnya.
Ditambahkan Retno, Kemlu juga telah melaporkan pemberian pedang emas tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Iya (dilaporkan ke KPK)" katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pedang emas tersebut diberikan saat Retno L Marsudi melakukan pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al-Shuaibi pada (13/) lalu. Pertemuan tersebut untuk membahas kedatangan Raja Salman ke Indonesia pada 1 Maret 2017.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya