Menkum HAM sudah kirim MLA ke Otoritas Papua Nugini sejak Juli

Reporter : Nurul Julaikah | Minggu, 22 Juli 2012 11:35

Menkum HAM sudah kirim MLA ke Otoritas Papua Nugini sejak Juli
Amir Syamsuddin. merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin mengaku sejak bulan Juli telah mengirimkan surat Mutual Legal Assistance (MLA) kepada otoritas Papua Nugini terkait rencana ekstradisi Djoko Tjandra. Sementara, pihak otoritas Papua Nugini mengaku belum menerima surat tersebut.

"Sudah kirim MLA sekitar bulan Juli. Ya bisa dilihat, saya jelaskan ya seperti ini," ujar Amir Syamsuddin usai upacara ulang tahun Kejagung ke-52, Minggu (22/7).

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini pun mengatakan tidak serta merta dapat melakukan deportasi terhadap Joko Chandra. Namun, karena belum ada perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Papua Nugini, maka ada mekanisme yang harus dilakukan.

"Ini kita harus lihat, bahwa mereka punya sistem hukum yang harus hormati dan setiap negara mereka punya perangkat dimana suatu permohonan ekstradisi itu bisa diuji di pengadilan negara tersebut. Apakah itu dilakukan atau tidak wallahu a'lam," jelasnya.

Namun meski belum ada perjanjian ekstradisi dengan Papua Nugini, Amir mengaku Indonesia sudah menjalin hubungan bilateral dengan Papua Nugini.

"Belum ada, tapi hubungan bilateral itu juga ada kan," kata dia.

Sementara itu, terkait apakah Djoko Tjandra sudah menjadi warga negara Papua Nugini, Amir mengaku belum mengetahui, karena hanya mengetahui lewat kabar sehingga dikirimkan surat MLA.

"Saya enggak tahu itu, kami dengar seperti itu, jadi kami berikan MLA sama halnya Kejaksaan Agung, Menkum HAM juga mengirim," tandasnya.

Adapun penyelidikan lebih jauh untuk mengetahui apa benar Djoko Tjandra sudah menjadi pindah kewarganegaraan, Amir mengaku hal tersebut bukan kewenangan pihak Kemenkum HAM.

"Oh itu bukan kewenangan kami, itu policy dari pemerintahan yang berdaulat," tukasnya.

Seperti diketahui, Komite Penasihat Imigrasi dan Kewarganegaraan Papua Nugini telah memberi kewarganegaraan kepada buronan cessie Bank Bali, Djoko Tjandra. Otoritas Papua Nugini menilai bekas Direktur Era Giat Prima itu bukanlah buronan.

Melalui Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, pemerintah Indonesia kemudian mengaku telah mengirimkan surat Mutual Legal Assistance (MLA) kepada otoritas Papua Nugini terkait rencana ekstradisi Djoko Tjandra. Namun, surat itu belum juga dibalas, padahal MLA sudah dikirimkan sejak dua minggu lalu.

Sementara itu, Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill mengaku belum menerima MLA yang dikirimkan pemerintah RI itu.

Djoko meninggalkan Indonesia dengan pesawat carteran dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta ke Port Moresby pada 10 Juni 2009, hanya satu hari sebelum MA mengeluarkan keputusan atas perkaranya.

MA menyatakan Djoko bersalah dan harus membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546.166.116.369 dirampas untuk negara.

[war]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Ogah komentari mantan suami, Nia Daniati pilih doakan Olga
  • Mahasiswa diminta jadi alat kontrol, tak tergoda rayuan penguasa
  • Polri bentuk tim buru 10 tahanan BNN yang kabur dari sel
  • Transaksi sabu di depan RS Pertamina, Iwan dibekuk polisi
  • Harga dan Spesifikasi KTM 250cc, Penantang Yamaha R25 - Honda CBR250R - Ninja 250
  • Sultan tegaskan gubernur DIY tidak harus laki-laki
  • Soal APBD, Ahok ngaku diminta waspada oleh 'intel' di DPRD
  • Densus 88 bekuk tujuh terduga anggota ISIS, empat asal Jabodetabek
  • Demi Jadi Pasien Kim Young Kwang Deh, Dara 2NE1 Rela Awet Stres?
  • Ideafest 2015 siap gaungkan jiwa sosial entrepreneurship
  • SHOW MORE