Menkum HAM: Saya jadi kayak beloon, padahal wartawan gak 'ngertos'
Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan jawabannya terkait Perpres untuk kepengurusan baru Golkar adalah salah. Maksud jawabannya itu adalah untuk bebas visa bagi wisatawan luar yang kemarin diterapkan dalam kebijakan paket ekonomi.
"Kan perpres itu mengenai devisa, bukan Golkar, gimana sih kamu," ujar Yasonna kesal kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/3).
Yasonna menyesalkan wartawan tidak memahami apa yang dimaksudnya atas jawaban kemarin. Politikus PDI Perjuangan ini kecewa dengan pemberitaan yang ada seolah-olah dia tidak memahami urgensi diterbitkannya perpres.
"Jadi perpres kemarin itu dibikin seolah-olah untuk ke Golkar. Ya salah dong, perpres itu kan kalian tanya soal bebas visa, ya itu harus dengan perpres, kalau soal Golkar keputusan menkum HAM," kata Yasonna.
"Gitu, saya ditanya jadi kayak beloon gitu, gimana sih, padahal wartawannya nggak ngertos. Lain kali kamu klarifikasi," ujarnya.
Adapun terkait kepengurusan baru Golkar, Yasonna baru mengkajinya lebih dulu. "Ya masih diserahkan tadi, masih ada penelitian berkas belum lah, kita pelajari dulu, kasih saya waktu 7 hari," ujarnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya