Menkum HAM ngaku belum punya anggaran bangun lagi Rutan Bengkulu
Merdeka.com - Polda Bengkulu telah menetapkan 17 tersangka pembakaran dan kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Melabero Kota Bengkulu, Jumat (25/2) pekan lalu.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menyatakan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Kapolda Bengkulu Brigjen M Ghufron untuk mencari dalang kerusuhan dan pembakaran tersebut.
"Tadi kapolda sudah membuat penelitian dengan tim Dirjen kita, dan hari Minggu Sekjen, Dirjen secara langsung dan ketemu dengan Kapolda bicara. Sekarang sedang diteliti apakah ada unsur kolaborasi apa unsur apa saja sedang diteliti. Tapi kita sangat menyesalkan apalagi ada korban yang lima orang. Harus ada pihak-pihak yang bertanggung jawab," kata Yasonna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/3).
Selain itu, Yasonna menyatakan belum terpikir apakah akan melakukan renovasi Rutan Bengkulu yang rusak akibat peristiwa tersebut. Sebab, sampai saat ini belum ada anggaran yang disiapkan.
"Mau nanya dulu, enggak ada uangnya sekarang, belum dianggarkan," tukasnya.
Seperti diketahui, Lima orang tahanan tewas dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Agung Nugraha, Heru Biliantoro, Agus Purwanto, Hendra Nopiandi, dan Medi Satria.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya