Menkum HAM bantah Ratu Atut dapat hak istimewa di penjara
Merdeka.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Amir Syamsuddin , membantah memperlakukan istimewa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di dalam Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Menurut Amir semua napi yang menghuni Rutan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur diberlakukan dengan sama.
"Tidak ada yang khusus, semuanya sama. Statusnya sampai sekarang masih jadi tahanan. Dan ia tentunya tunduk pada peraturan yang mengatur mengenai tahanan itu sendiri," tegas Amir kepada wartawan ketika ditemui di Lapas Kelas Satu, Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (6/1).
Selain itu, Amir juga meminta kepada seluruh pihak agar jangan memperumit kasus Atut ini dengan hal tersebut. Menurutnya antara napi dan tahanan itu berbeda.
"Nah ini jangan dikacaubalaukan antara napi dan tahanan. Atut itu tahanan titipan KPK. Seperti pengalaman, Anda tahu apa yang istimewa manakala jadi napi sama semua dimana pun dia berada," tandasnya.
Sebelumnya, dengan status gubernur dan punya banyak uang, Atut dikabarkan rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendapatkan pelayanan spesial di balik jeruji besi.
Tak hanya itu, kenikmatan Atut di penjara, ia juga diketahui masih bisa memimpin rapat-rapat pemerintahan provinsi Banten. Wanita yang selalu tampil modis ini juga menyewa tahanan wanita lain untuk mengerjakan pekerjaan pribadinya di tahanan seperti mencuci baju dan menjemur pakaian.
"Bu Atut bayar tahanan lain (Tamping) untuk mengurus kebutuhannya kayak beliin makanan, cuci baju, segalanya diurusin Tamping," kata salah satu sumber yang ada di dalam Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (23/12).
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya