Menko Polhukam: TKI yang tewas di Jeddah karena diinjak-injak
Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan, tewasnya seorang TKI Marwah binti Hasan saat kerusuhan di Kantor Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah Arab Saudi, karena dehidrasi dan terinjak-injak. Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, yang menyebut tewas karena sakit.
"Kita juga menyesalkan ada seorang TKI yang meninggal karena dehidrasi dan diinjak-injak," kata Djoko saat konferensi pers terkait kerusuhan di KJRI Jeddah di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).
Supaya kasus tersebut tidak terulang, pemerintah mengevaluasi dan memutuskan pelayanan pengurusan Surat Perjalanan Laksana Pasport (SPLP) dibagi dua sif. Sif pertama loket layanan dibuka dari hari Selasa sampai Kamis yang melayani khusus pendaftaran. Kemudian sif kedua dibuka hari Sabtu sampai Senin hanya untuk pengambilan dokumen.
"Hal ini biar tidak bercampur antara yang mengambil dan mendaftar," kata Djoko.
Sebelumnya, TKI yang berada di Jeddah, Arab Saudi, mengamuk. Mereka membakar plastik yang menjadi pembatas di KJRI yang terletak di Jalan Al Rehab Distrik.
Mereka emosi lantaran telah antre sejak lama namun belum terlayani. Mayoritas TKI bermasalah ini sedang mengurus SPLP untuk mendapatkan amnesti atau pemutihan. Surat itu dibutuhkan untuk membuat paspor atau izin tinggal. Kejadian itu mengakibatkan satu orang TKI tewas, namun Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan TKI yang tewas karena sakit.
"Itu karena sakit sebelumnya, dia ikut antre. Kemlu yang lebih tahu sih sebetulnya, karena semua informasi yang paling akurat dari Kemlu," jelas Muhaimin. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya