Menko Polhukam sebut Indonesia jadi pasar utama narkoba di Asia
Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menyatakan saat ini Indonesia memang telah menjadi negara yang darurat terhadap narkoba. Bagaimana tidak, dia menyebut saat ini Indonesia bukan hanya merupakan salah satu negara transit peredaran narkoba internasional, melainkan sudah menjadi salah satu target pasar utama di Asia.
Hal ini disampaikan Luhut saat memberikan arahannya terkait terorisme, bahaya narkoba dan dana desa di hadapan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Wali Kota Pekanbaru Firdaus dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setempat di Hotel Lambersa, Pekanbaru, Riau, Rabu (2/3).
"Saat ini Indonesia tidak hanya menjadi negara transit untuk peredaran narkoba internasional tetapi negara kita telah menjadi salah satu pasar utama di Asia.
Narkoba, itu lebih 5,9 juta orang yang kena. Tiap hari 30-50 orang mati," kata Luhut.
Luhut menyatakan, narkoba saat ini tak hanya menyasar pada elemen tertentu, dimana semua suku, agama, maupun profesi yang dianggap dapat mudah menangkal narkoba ternyata dapat pula masuk jeratan kenikmatan sesaat dari narkoba.
"Makanya sama minta kepada semua, narkoba ini dihentikan. Golongan, agama, jabatan kayak apa, pangkat mau tinggi apa bisa juga kena," ujarnya.
Untuk menanggulangi penggunaan narkoba, Luhut meminta seluruh masyarakat waspada. Terutama, mengawasi anggota keluarga masing-masing terlebih dahulu.
Dengan nada bercanda, Luhut mencontohkan, seorang istri harus waspada apabila melihat gerak-gerik mencurigakan dari sang suami.
"Coba cek keluarga kalau udah ada yang aneh-aneh. Ibu-ibu cek suaminya, coba lihat kalau suaminya kepalanya udah digoyang-goyang patut juga curiga," katanya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya