Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko PMK dan Gibran Bangun Rumah Layak Huni di Kawasan Kumuh Kota Solo

Menko PMK dan Gibran Bangun Rumah Layak Huni di Kawasan Kumuh Kota Solo Peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di Solo. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melakukan peletakan batu pertama program penanganan permukiman di kawasan kumuh Semanggi, Kelurahan Mojo Kecamatan Pasarkliwon, Solo, Selasa (24/1). Menko PMK didampingi Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

"Kemenko PMK memang mendapatkan tugas dari Bapak Presiden untuk menyelesaikan masalah kemiskinan ekstrem. Beliau mentargetkan tahun 2024 kemiskinan di Indonesia nol. Saya senang sekali di Solo ini terjadi kolaborasi intim antara stakeholder terkait dalam penanganan wilayah-wilayah kantong kumuh di perkotaan," kata Muhadjir saat memberikan sambutan.

Muhadjir mengatakan, pemerintah saat ini sedang berupaya menangani kemiskinan ekstrem dari berbagai sektor. Pihaknya akan mengintegrasikan semua sektor agar mempunyai daya penyelesaian yang jitu.

"Salah satu sisinya adalah permukiman. Permukiman kumuh. hampir dipastikan itu tempat konsentrasinya kemiskinan ekstrem. Karena itu dengan program ini, akan kita jadikan model untuk penyelesaian kemiskinan ekstrem permukiman kumuh kota-kota yang ada di Indonesia," ujarnya.

Pihaknya menargetkan tahun ini ada enam kota yang akan ditangani. Muhadjir menunggu respons pemerintah daerah terkait program tersebut. Karena, lanjut dia, untuk penanganan program seperti ini sangat tergantung dari inisiatif dan keinginan baik pemerintah kota.

"Karena masalah permukiman dan penanganan kemiskinan itu urusan pemerintah pusat dan daerah, kewenangan maupun tanggung jawabnya. Jadi kalau pemerintah daerah punya inisiatif, punya kemauan politik yang baik untuk menangani wilayah miskin di tempatnya, pemerintah pusat akan memfasilitasinya," katanya.

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) Ananta Wiyogo mengatakan program penanganan permukiman kumuh tersebut merupakan kerja sama antara PT SMF dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemkot Solo, sebagai upaya penanganan kumuh kawasan Semanggi di Kelurahan Mojo RW I.

Dalam hal ini, dikatakannya, SMF memberikan dukungan dalam aspek bangunan, yaitu dengan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Komitmen SMF, kata dia, juga merupakan bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada tujuan untuk membangun kota dan permukiman yang berkelanjutan.

"Kolaborasi penanganan kawasan kumuh sudah kami lakukan sejak tahun 2018. Hingga saat ini telah dilakukan di 11 wilayah, yaitu Yogyakarta, Semarang, Bukittinggi, Pontianak, Makassar, Tangerang, Pekalongan, Tanjung Pinang, Lubuklinggau, Banjarmasin dan Manado," ujarnya saat memberikan sambutan.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP