Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Marves Minta Tidak Ada Penumpukan Keberangkatan dan Kedatangan Jamaah Umrah

Menko Marves Minta Tidak Ada Penumpukan Keberangkatan dan Kedatangan Jamaah Umrah Jemaah umrah Indonesia berangkat ke Tanah Suci. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Warga negara Indonesia yang menunaikan umrah ke Arab Saudi mengalami peningkatan di tengah penyebaran varian Omicron. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan meminta kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, hingga BNPB untuk mempersiapkan keberangkatan dan kedatangan agar tidak terjadi penumpukan.

"Saya minta kapasitas dan kelayakan hotel serta wisma haji dapat dipastikan dengan baik, diatur kedatangan antar kloter agar tidak terjadi penumpukan," kata Luhut saat memimpin rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Jawa Bali bersama seluruh Gubernur Jawa Bali dan Forkimpimda guna mengantisipasi gelombang varian omicron yang sedang mewabah saat ini, Kamis (20/1).

Untuk diketahui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkap sebanyak 11 anggota tim advance umroh dari 25 yang berangkat ke Arab Saudi dinyatakan positif Covid-19. Petugas umrah itu tidak memiliki gejala.

"Betul (terpapar covid), ada 11 orang tanpa gejala," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1).

Belum disimpulkan apakah petugas umrah itu terpapar varian Omicron atau bukan. Yaqut menyebut, terpaparnya petugas umrah tidak bisa dihindarkan meski sudah menerapkan protokol kesehatan. Resiko terpapar Covid-19 masih ada. Diharapkan kasus ini menjadi pelajaran ke depan.

"Ya kita kan berusaha untuk hati-hati menjaga semua protokol kesehatan, tetapi tetap saja kena. Jadi ini pelajaran untuk kita semua," ujar politikus PKB ini.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP