Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menko Maritim sebut 9 Maret 2016 ada gerhana matahari total

Menko Maritim sebut 9 Maret 2016 ada gerhana matahari total Meko Kemaritiman Indroyono Soesilo. ©2014 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo berniat membuat event Internasional dalam bidang pariwisata menyambut Gerhana Matahari Total (GMT), 9 Maret 2016 mendatang. Gerhana tersebut hanya ada 33 tahun sekali, dan tahun depan hanya ada di Indonesia.

"Ini event sekali seumur hidup, nanti ada lagi tahun 2048, tahun itu kita belum tentu ada," kata Indroyono di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Dalam hal ini Indriyanto bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kominfo, Kemenristek Dikti, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Menurut Indriyanto agenda besar dalam hal pariwisata ini akan berdampak langsung pada ke masyarakat.

"Langsung dolarnya mengucur ke daerah. Langsung kulinernya hidup, langsung buka lapangan kerja, dan langsung juga menghidupkan budaya dan etnis daerah yang bisa dipromosikan. Ini kesempatan emas lah," tuturnya.

Keinginan besar Indriyanto ialah agar para wisatawan baik dalam atau luar negeri singgah lebih lama di Indonesia. Sejauh ini menurut Indriyanto, semua travel agent dunia sudah siap untuk datang ke Indonesia. Sebagian besar hotel-hotel dan losmen-losmen di Indonesia sudah mulai dibooking mereka. Hal itu khusus pada penginapan dan daerah wisata yang dilintasi oleh GMT.

"Kita upayakan ialah jaringan wisatanya cukup menarik. Kami wacanakan acara puncak akan kita laksanakan di pantai Belitung Timur, 9 Maret pukul 07.00 WIB. Kita akan umumkan ke seluruh dunia bahwasanya pada tanggal 8 Maret akan ada konferensi Internasional gerhana matahari di Jakarta," ungkapnya.

Setelah itu bagi wisatawan yang berminat ikut Kapal-kapal Pelni atau Kapal TNI-AL dipersilahkan. Rencananya melalui jalur laut akan bergerak pukul 20.00 WIB menuju Belitung Timur. Kemudian pada tanggal 9 Maret pagi sampai Belitung Timur dan langsung menyaksikan GMT.

"Kemudian selesai gerhana melaksanakan kunjungan wisata di wilayah Belitung Timur dan tanggal 9 sore, dua kapal itu kembali ke jakarta. Ini akan menarik wisatawan domestik. Hanya 10 jam dari Jakarta menggunakan kapal," jelasnya.

Di sisi lain menurut Indriyanto, dalam persiapan ini PT Timah Bangka Belitung akan membentuk memorabilia. Bentuknya bisa berupa koin untuk kenang-kenangan menjadi souvenir.

"Produksinya meningkat juga bisa buat kenang-kenangan sepanjang masa. Kenapa ini menjadi unik, karena Ini terjadi 33 tahun sekali di wilayah Indonesia. Jalurnya berbeda-beda," pungkasnya.

Selain itu Indriyanto berharap sektor swasta ikut berperan. Mereka bisa membuat merchendise atau apapun yang tujuannya meramaikan acara ini.

Wilayah yang dilalui GMT hanya Indonesia, sisanya melintasi lautan. Beberapa wilayah itu ialah, Palembang 1 menit 52 detik mulai pukul 6.20, Bangka 2 menit 8 detik mulai 6.20, Belitung 2 menit 10 detik mulai 6.21, Sampit 2 menit 8 detik mulai 6.23, Palangkaraya 2 menit 29 detik mulai 6.23, Balikpapan 1 menit 9 detik mulai 7.25, Palu 2 menit 4 detik mulai 7.27, Poso 2 menit 40 detik mulai 7.28, Luwuk 2 menit 50 detik mulai 7.30, Ternate 2 menit 39 detik mulai 8.36, Halmahera 1 menit 36 detik mulai 8.37.

Seperti diketahui Indonesia sempat dilintasi GMT pada 11 Juni 1983 dan fenomena sama terjadi pada 24 Oktober 1995 dalam waktu 2 menit. GMT 1995 merupakan GMT terakhir yang melintasi Indonesia pada abad 20.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP