Menko Luhut sebut polisi-TNI siap serbu teroris kapan saja
Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, Indonesia memiliki kebijakan yang jelas soal terorisme. Menurutnya, negara tak kenal negosiasi dengan teroris.
"Kita enggak mau negosiasi, Kapolri, TNI, BIN begitu ada attack (serangan), kita serbu. Akan ada waktu buat konsolidasi dll," katanya di DPR, Jakarta, Senin (15/2).
Luhut mengatakan, polisi menjadi garda terdepan dalam memberangus terorisme di tanah air. Sementara, TNI berada di belakang polisi untuk membantu.
"Polisi di depan, TNI di belakang, kalau perlu kita serbu. Kalau tunggu konsolidasi ada korban, makanya kita langsung saja. Kopassus itu pas Thamrin ada di belakang," katanya.
Dia berharap agar revisi UU Terorisme bisa segera dilakukan. Sebab, UU Terorisme di Indonesia agak lemah jika dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura.
"Kita bisa mendapatkan wewenang dari preventif, kelompok melakukan koordinasi bisa kita tangkap selama 7 hari. Jadi kita bisa dapat data untuk tahu jaringannya. Ini akan mengurangi kemungkinan kelompok teroris itu untuk melakukan aksinya. Polisi bisa kerjasama dengan BIN. BIN, polisi bisa bekerjasama dengan baik," katanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya