Menko Luhut bentuk Komite Pengadaan soal pembelian heli presiden
Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menyatakan akan membentuk komite pengadaan terkait pembahasan pembelian helikopter AW-101. Setelah itu, keputusan pembelian heli AW-101 juga menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo dari Paris, Prancis.
"Keputusan akhir ada Komite Pengadaan. Itu akan dirapatkan setelah presiden kembali. Kami akan lihat," ujar Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (30/11).
Namun dia tak menyebutkan pejabat yang mengisi komite pengadaan tersebut. Dia menegaskan bahwa pembelian heli AW-101 hanya rencana TNI Angkatan Udara.
Saat disinggung Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna memojokkan PT Dirgantara Indonesia soal pembelian alutsista, dia menjawab diplomatis. Dia meminta semua pihak untuk tidak berprasangka buruk terhadap pembelian heli AW-101 ini.
"Jangan buruk sangka, itu baru wacana yang dikembangkan. Apa yang jadi, nanti kita lihat," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Agus Supriatna menyatakan bahwa PT Dirgantara Indonesia belum bisa membuat produksi dalam negeri alat utama sistem persenjataan untuk TNI. Hal itu dibuktikan PT Dirgantara Indonesia selalu bekerja sama dengan perusahaan militer di luar negeri.
"Tapi kami kerja sama dengan PT DI,jadi belum sanggup PT DI buat contoh pembelian heli Apache sanggup engga PT DI. Dari mana heli dan pesawat beli dari Airbus dan Amerika kan, dari luar kan semua," kata Marsekal Agus di Mabes TNI AU, Jakarta, Senin (30/11).
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya