Menkes sebut Virus Zika di Indonesia sudah ditemukan sejak 1977
Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sudah mengumumkan bahwa dunia dalam status darurat Virus Zika. Di Indonesia sendiri, Virus Zika sudah ditemukan sejak tahun 1977 hingga 1981.
"Dari tahun 1977, 1981 ditemukan di Klaten, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetapi pemeriksaannya secara serologis jadi ditemukan antibodi dari Virus Zika," terang Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/1).
Khusus di Indonesia, saat ini Virus Zika terdeteksi saat menteri kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap 105 kantong darah yang berbeda dari masing-masing pasien yang mengalami demam.
"Ditemukan satu Virus Zika. Yang di Jambi ditemukan setelah demamnya hilang, itu hasil lab," jelasnya lagi.
Diketahui 18 negara di Amerika Latin dan Karibia melaporkan adanya infeksi virus Zika. Negara-negara itu di antaranya Brasil, Barbados, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Kolombia, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan Venezuela.
Infeksi virus ini dikaitkan dengan gejala microcephaly atau kelahiran bayi dengan ukuran otak yang lebih kecil walaupun belum dipastikan kaitan sebab akibat antara keduanya. WHO kini menyatakan virus Zika berada dalam kategori yang sama dengan Wabah Ebola.
"Hubungan dengan ibu hamil dengan anaknya lahir berkepala kecil atau Bunaken microcephaly kaitan ini masih dalam penelitian, tapi diduga di Brasil setelah terjadi endemi dan adanya anak-anak yang lahir otaknya kecil, ini diduga ada kaitannya tapi tentu masih dalam proses penelitian," beber Nila.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya