Menkes: Kenaikan Kasus Covid-19 karena Terlalu Melonggarkan Protokol Kesehatan
Merdeka.com - Pemerintah mengamati penyebab kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara di dunia, seperti Amerika, Eropa, dan Asia. Hasil pengamatan menunjukkan, pemicu kenaikan kasus ialah terlalu melonggarkan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19.
"Hasil diskusi dengan para epidemiolog itu disebabkan karena kurang waspada dari beberapa negara dan terlalu mengendurkan prokes maupun vaksinasi," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Senin (4/7).
Budi mengklaim, situasi Covid-19 di Indonesia dengan negara lain berbeda. Indonesia relatif jauh lebih baik, meskipun subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah mendominasi.
Kementerian Kesehatan mencatat, lebih dari 80 persen penularan Covid-19 di Indonesia merupakan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
"Indonesia relatif jauh lebih baik dengan populasi cukup banyak menghadapi gelombang BA.4 dan BA.5 ini," ujarnya.
Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengungkap alasan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia tidak tajam. Menurutnya, karena masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.
Meski demikian, dia tetap mengimbau masyarakat patuh memakai masker saat berada di ruangan tertutup, di lokasi kerumunan, atau ketika sedang dalam kondisi tidak sehat. Di sisi lain, masyarakat perlu melengkapi vaksinasi Covid-19.
"Perlu disampaikan kepada masyarakat agar vaksinasi booster yang memang terbukti meningkatkan kadar antibodi itu terus diperbanyak," ucapnya.
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Peningkatan hariannya tercatat lebih dari 1.000 orang. Menurut Kemenkes, peningkatan kasus ini disebabkan masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya