Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes: Kalau Tak Pesan Vaksin Dulu, Kebagiannya Dua Tahun Lagi

Menkes: Kalau Tak Pesan Vaksin Dulu, Kebagiannya Dua Tahun Lagi Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin. ©2020 Humas BNPB

Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjawab alasan pemerintah mendatangkan vaksin Covid-19 lebih dulu dari keluarnya emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat.

Masalah ini menjadi kritikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar. Politikus PKS itu menilai seharusnya, vaksin Sinovac mendapatkan izin dahulu baru didatangkan pemerintah. Ia juga mempermasalahkan pemerintah mengumumkan vaksinasi perdana tetapi izin belum keluar.

"Ke depan seperti bapak bilang ini nanti umpamanya dari Pfizer dan lain-lain ada dulu dari BPOM baru datangkan. Jadi yang lain-lain ini nanti ada dulu EUAnya baru didatangkan," kata Ansory dalam rapat kerja dengan Menkes di Komisi IX DPR, Rabu (13/1).

Menjawab hal itu, Menkes Budi menuturkan, akan mengubah strategi komunikasi publik mengenai vaksinasi. Pemerintah akan memastikan akan mengumumkan vaksinasi setelah keluar EUA dari BPOM.

"Memang nanti kita perbaiki EUA kita pastikan keluar dulu sebelum ada penyuntikan," kata Budi.

Budi mengatakan, pemerintah memesan vaksin Covid-19 lebih dulu agar tidak kehabisan. Jika menunggu keluar izin penggunaan maka Indonesia bisa dapat belakangan.

"Tapi memang yang barang kita terus terang terbuka, kita mungkin akan pesan barangnya sebelum EUA. Kalau menunggu EUA pesan barang takutnya ke bagiannya dua tahun lagi," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP