Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes: Fatalitas Cacar Monyet Sangat Rendah, Hanya 0,03 Persen

Menkes: Fatalitas Cacar Monyet Sangat Rendah, Hanya 0,03 Persen Budi Gunadi meninjau vaksinasi di Trans Mal Studio Makassar. ©2021 Merdeka.com/Fajar Ihwan

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan angka kematian atau fatalitas akibat cacar monyet sangat rendah. Data sementara di dunia, fatalitas cacar monyet hanya 0,03 persen.

"Jadi cacar monyet sekarang sudah ada 39.000 kasus di dunia yang meninggal 12. Jadi sekitar 0,03%, relatif masih sangat rendah," kata Budi dalam konferensi pers, Selasa (23/8).

Dia menyebut, ada dua tipe cacar monyet di dunia. Pertama, berasal dari Afrika Barat. Kedua, dari Afrika Tengah.

Menurut Budi, kemungkinan cacar monyet asal Afrika Barat yang memiliki fatalitas lebih rendah dibandingkan Afrika Tengah. "Nah Alhamdulillah yang beredar sekarang itu banyak yang Afrika Barat," ucapnya.

Penularan Cacar Monyet

Budi mengatakan, cacar monyet menular melalui kontak fisik secara langsung. Berbeda dengan Covid-19 yang bisa menular lewat droplet.

Penularan cacar monyet terjadi ketika pasien menunjukkan bintik-bintik di kulit yang berisi cairan.

"Dia (cacar monyet) hanya bisa menular secara fisik sudah kelihatan bintik-bintik cacarnya dan cairannya. Kalau Covid-19 kan masih sehat pun bisa menular. Jadi lebih berbahaya," jelas Budi.

Kementerian Kesehatan mengumumkan satu kasus terkonfirmasi cacar monyet di Indonesia. Pasien tersebut merupakan laki-laki, berumur 27 tahun di DKI Jakarta.

Pasien ini memiliki riwayat perjalanan keluar negeri. Kini, dia sedang menjalani isolasi dengan gejala ringan. Gejalanya berupa demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening yang ditemukan di leher, ketiak, dan paha.

(mdk/tin)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP