Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes Dorong BRIN Bentuk Organisasi Riset Khusus Kesehatan

Menkes Dorong BRIN Bentuk Organisasi Riset Khusus Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk organisasi riset khusus kesehatan. Organisasi tersebut nantinya hanya fokus melakukan penelitian di bidang kesehatan.

"Jadi sudah ada beberapa kali diskusi dengan BRIN, kami sudah mendorong agar ada satu organisasi riset yang khusus kesehatan," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (17/1).

Menurutnya, selama ini riset kesehatan berada di bawah organisasi Riset Ilmu Hayati BRIN. Kondisi ini membuat penelitian tidak bisa hanya fokus pada kesehatan, melainkan juga bidang lain.

Jika BRIN membentuk organisasi riset khusus kesehatan, maka Kementerian Kesehatan bisa membangun kerja sama penelitian. Ke depan, BRIN bisa melakukan riset-riset dasar kesehatan.

"Sedangkan kita bisa mengkombinasikan dengan riset-riset yang dekat ke layanan kesehatan," sambungnya.

Selain membangun kerja sama dengan BRIN, Kementerian Kesehatan juga akan merangkul secara inklusif peneliti-peneliti dari perguruan tinggi. Terutama peneliti di fakultas kedokteran.

"Agar program riset kesehatannya lebih terintegrasi," tandasnya.

Sebagai informasi, realisasi anggaran penelitian Kementerian Kesehatan pada 2021 sangat rendah, hanya 58,08 persen. Berbeda dengan realisasi anggaran vaksinasi yang mencapai 97,57 persen dan rumah sakit darurat Covid-19 sebesar 96,88 persen.

Menurut Budi, ada dua penyebab rendahnya realisasi anggaran penelitian. Pertama, uji klinis vaksin Merah Putih dalam negeri mundur dari target. Baik uji klinis vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga dengan PT Biotis maupun Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dengan PT Bio Farma.

"Memang di tahun kemarin ada kemunduran dari uji klinis vaksin-vaksin Merah Putih karena yang tadinya direncanakan bisa tahun lalu tapi baru jalan tahun ini," katanya.

Kedua, aktivitas penelitian dan pengembangan pada 2021 tidak berjalan maksimal akibat peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Transisi Eijkman ke BRIN menimbulkan kebingungan bagi para peneliti.

"Memang ada sedikit kebingunan teman-teman yang ada di bidang penelitian dan pengembangan karena tahun lalu ada proses di mana transisi dari kementerian lembaga ke BRIN," jelasnya.

Menurut Budi, dengan adanya peleburan Eijkman ke BRIN, proses penelitian dan pengembangan terhambat. Fokus pemerintah juga tak bisa diarahkan pada penyerapan anggaran, melainkan perpindahan aset dan peneliti dari Eijkman ke BRIN.

"Terus terang, tahun lalu yang terjadi di akhir-akhir tahun yang biasanya terjadi penyerapan anggaran adalah diskusi secara masif mengenai perpindahan dari fungsi research dan teknologi itu BRIN," ujarnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP