Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes Budi Pantau Vaksinasi AstraZeneca pada Kiai NU di Jatim

Menkes Budi Pantau Vaksinasi AstraZeneca pada Kiai NU di Jatim Vaksinasi Covid-19 untuk para kiai di Jatim. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Sadikin Gunadi memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjenis AstraZeneca. Pelaksanaan vaksin tersebut dilakukan pada ratusan kiai yang tergabung di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Berlangsung di Gedung PWNU Jatim, Jalan Masjid Agung Timur, Surabaya, vaksinasi itu juga turut disaksikan Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini, Kepala Perwakilan UNICEF wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara, Representative WHO untuk Indonesia Dr Paranietharan, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Vaksinasi pertama dengan suntikan dosis kedua menggunakan vaksin Sinovac diberikan pada KH Anwar Mansur, KH Agoes Ali Masyhuri, KH Anwar Iskandar dari Ponpes Lirboyo, KH Abdul Matin dari Ponpes Bejagung, Tuban.

Vaksinasi selanjutnya dengan menggunakan vaksin AstraZeneca, diberikan pada sejumlah kiai yang lebih muda, di antaranya KH Muhammad Muslih, KH Jazuli Soleh Chosim, KH Ainul Mubarrok alias Gus Mubarrok, dan KH Lukmanul Hakim LBM PWNU Jatim.

Budi Sadikin mengatakan, dengan vaksinasi yang diberikan pada sejumlah kiai NU ini, diharapkan dapat meyakinkan masyarakat jika vaksin ini adalah aman dan halal.

"Dengan Kiai PWNU Jatim berkenan divaksin ini bisa membangkitkan keyakinan masyaraka berkenan pakai vaksin ini yang dipastikan aman dan halal dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia," kata Budi, Selasa (23/3).

Budi mengatakan, vaksinasi ini sangat penting untuk segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apalagi, virus ini sudah merenggut 2,6 juta nyawa.

Budi menjelaskan, vaksinasi di dunia diharapkan dapat mencapai 70 persen kekebalan komunal dari jumlah 7,8 miliar manusia. Artinya, ada 5,5 miliar atau butuh 11 miliar dosis yang sangat dibutuhkan dengan cepat. Sedangkan di Indonesia ada 181,5 juta warga atau butuh 360 juta lebih dosis vaksin.

"Alhamdulillah kita bisa dapat untuk 181,5 juta rakyat Indonesia, kita butuh 360 juta lebih dosis. Ketika dapat kita enggak bisa milih, kita rebutan seluruh dunia karena 5,5 miliar butuh 11 miliar dosis vaksin, padahal produksinya 4 miliar per tahun. Begitu dapat, kita dapat empat jenis yakni Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer yang akan digunakan dalam 12 bulan ke depan bagi 181,5 juta warga," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Rois Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Iskandar menegaskan, bahwa program vaksinasi ini wajib diikuti masyarakat.

Sebabnya, karena pandemi ini sudah merenggut 2,6 juta jiwa di dunia melebihi perang dunia dan berdasarkan ajaran Islam wajib untuk menjaga keselamatan jiwa.

"Kami ambil keputusan bagi umat Islam, warga NU melaksanakan vaksinasi hukumnya adalah wajib. Menjaga keselamatan jiwa bagian kewajiban," tegasnya.

Kedua, ia menegaskan vaksin AstraZeneca yang didatangkan ini dipastikan halal dan aman karena banyak negara-negara di Timur Tengah juga menyatakan halal.

"Kedua, AstraZeneca berdasar keputusan diambil lembaga berkompeten LBM (Lembaga Bhatsul Masail) adalah suci dan halal. Harapan kita setelah ini mata rantai Covid-19 bisa putus dan Indonesia menuju normalisasi kesehatan, normalisasi ekonomi, normalisasi pendidikan," tambahnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP