Menkes Akui Belum Ada Jaminan yang Sudah Divaksin Tidak Akan Menularkan ke Orang Lain
Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, meski antibodi sudah terbentuk berkat vaksinasi Covid-19, tetap ada peluang tertular. Namun akan lebih cepat responsnya.
Dengan adanya peningkatan antibodi, maka para penerima vaksin tidak mengalami sakit parah atau hingga masuk rumah sakit. Selain itu, Menkes mengakui belum ada jaminan seseorang yang sudah divaksin tidak akan menularkan pada orang lain.
"Belum ada laporan juga mereka yang sudah divaksin tidak akan menularkan ke orang lain," ujar Menkes Budi saat Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara langsung, Senin (15/3). Seperti dilansir Antara.
Menkes melanjutkan, vaksin Covid-19 yang untuk pemakaian di Indonesia belum diketahui berapa lama tingkat efikasi atau kekebalannya dalam mencegah infeksi penyakit.
Menurutnya, untuk mengetahui tingkat efikasi harus menunggu final report clinical trail fase 3. Menkes menyebut, hasilnya diperkirakan keluar pada Juni atau September tahun ini.
"Sampai sekarang belum ada yang bisa menentukan efikasinya atau tingkat kekebalannya berapa lama," katanya.
Pernyataan itu disampaikan Budi menjawab pertanyaan anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi terkait muncul laporan dari penerima vaksin dosis kedua yang mengalami infeksi Covid-19 di Indonesia.
Budi mengatakan tingkat kekebalan vaksin yang beredar di Indonesia dimulai sejak 28 hari setelah penyuntikan pertama dan kedua. Setiap orang memiliki kadar antibodi berbeda. Ada yang tumbuhnya banyak, ada yang sedikit.
"Yang optimal perlindungan itu terbentuk 28 hari setelah suntikan kedua," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya