Menhub: Pengendalian Mudik Jabar Sumbang Hampir 50 % Terhadap Transportasi Nasional
Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya menyatakan pengendalian arus mudik di wilayah Jawa Barat berdampak signifikan kepada pengendalian tingkat nasional. Hal ini tidak terlepas angka pemudiknya kedua terbesar setelah Jawa Tengah.
Tahun ini angka pemudik lebaran diprediksi turun menjadi 7 persen. Meski demikian, jika dilihat dari sisi jumlah, maka angkanya adalah 18,9 juta orang. Ia sendiri mendapat amanat dari Presiden Jokowi agar angka tersebut bisa lebih diturunkan. Catatan lainnya, ada 22 persen warga Jakarta yang diprediksi mudik ke Jabar dan 34 persen menuju Jateng.
"Suksesnya pengendalian mudik di Jabar menyumbang mungkin hampir 50 persen terhadap pengendalian transportasi nasional. Saya harap semua unsur di pusat dan daerah berkoordinasi terkait pengendalian pelarangan mudik ini agar angka dapat terus ditekan," kata Budi saat rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil via telekonferensi, Kamis (29/4).
Hanya saja, dia meminta upaya pengendalian dilakukan dengan tegas namun tetap dalam koridor humanis. Larangan ini berlaku untuk semua orang, tidak untuk golongan tertentu.
Di kesempatan yang sama, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengingatkan bahwa gelombang kasus Covid-19 bisa terjadi jika kewaspadaan semua pihak melemah. Dari catatannya, setiap libur panjang selalu diikuti oleh peningkatan kasus. Ini terlihat pada libur lebaran tahun lalu di mana angka kematian juga meningkat.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, karenanya saya dorong silaturahim secara virtual, kami sedang minta bantuan provider untuk meningkatkan kapasitas," kata dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya