Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub minta pengelola rest area di Pantura tingkatkan kualitas

Menhub minta pengelola rest area di Pantura tingkatkan kualitas Kepadatan pemudik di rest area tol cikampek. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Para pengelola rest area di sepanjang jalur Pantura atau dari Jakarta sampai Semarang, Jawa Tengah diminta untuk meningkatkan kualitas atau revitalisasi tempat yang biasanya dijadikan tempat istirahat bagi para pemudik tersebut. Pemerintah akan mempromosikan beberapa daerah sekitar jalur Pantura menjadi destinasi wisata.

"Kita mintakan kepada masing-masing pihak operator agar meningkatkan kualitas dari masing-masing rest area. Artinya kalau memiliki toilet, toiletnya lebih banyak, lebih bersih dan dijaga dengan baik," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, di Gedung Korlantas Mabes Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/6).

Menhub juga meminta kepala daerah baik wali kota dan bupati di sekitar jalur Pantura agar PKL yang tersebar di berbagai titik dikumpulkan di lokasi yang dekat dengan rest area.

"Kita akan menghubungi wali kota dan bupati untuk kampanye ini dan kesempatan ini agar mereka juga proaktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan ini," ujarnya.

Kementerian Perhubungan telah mengonsolidasikan ada 24 tempat rest area dan parkir dari Semarang sampai ke Jakarta. Sebanyak 12 rest area tersedia dari Semarang sampai Cikampek dan 12 lainnya dari Cikampek sampai Jakarta.

"Apa yang kita tampilkan di jalur-jalur fungsional itu sifatnya kita akan mem-promote kota-kota di sepanjang itu sebagai tempat rest area, tempat jual beli oleh-oleh dan tempat makan yaitu ada beberapa kota di antaranya kota Batang, kota Tegal dan kota Brebes. Ya kalau memang mau di Pekalongan juga bisa tapi jauh," jelasnya.

Arus balik akan dimanfaatkan untuk mengampanyekan potensi daerah yang dilewati sepanjang 24 rest area tersebut. Para pemudik diharapkan bisa menikmati kuliner daerah tersebut sembari kembali menuju Ibu Kota.

"Secara khusus kami akan membuat satu kampanye kuliner milir saat ini di mana masing-masing kota dengan kearifan lokalnya, Brebes dengan endoknya, endok asin. Terus Batang dengan sroto dan Pekalongan dengan batik dan lain sebagainya. Ini menjadi suatu bagian yang menyeimbangkan ritual akbar ini dengan bagaimana ini menjadi kegiatan wisata yang baik," jelasnya.

Dengan promosi ini diharapkan daerah-daerah yang dulu begitu ramai karena dilalui pemudik dari jalur Pantura tak menjadi kota yang ditinggalkan. Menhub mengaku pernah mendapat keluhan dari kepala daerah terkait hal tersebut.

"Oleh karenanya selain Kemenhub dan kepolisian kami juga dibantu oleh BUMN yang ada di sana dan swasta, Jasa Raharja, Jasa Marga, Wasita Karya untuk mengampanyekan itu agar kota itu tidak juga jadi kota mati yang ditinggalkan," jelasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP