Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhan Ryamizard klaim Laut Sulu sudah aman dari kelompok Abu Sayyaf

Menhan Ryamizard klaim Laut Sulu sudah aman dari kelompok Abu Sayyaf Menhan Ryamizard Ryacudu. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengklaim Laut Sulu, Filipina, sudah aman. Patroli koordinasi bersama antara tiga negara: Malaysia, Indonesia, dan Filipina, dinilai cukup berhasil.

"(Keamanan di Laut Sulu) sudah membaik sekarang," ucap Ryamizard saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Jumat (28/10).

Ryamizard mengatakan, keamanan akan terus membaik apabila perusahaan dan para nelayan atau pembawa batu bara terus mengikuti aturan yang berlaku dari pemerintah. Koordinasi patroli bersama ini gagasan dari tiga negara untuk mencegah penculikan anak buah kapal oleh kelompok bersenjata di selatan Filipina.

"Asal orang-orang taat kepada apa yang kita sampaikan saat trilateral kemarin itu, selagi disiplin, selagi melapor kepada otoritas keamanan laut, insya Allah tidak ada lagi penculikan," tuturnya.

"Mereka (kelompok bersenjata) itu akan terus menculik untuk mencari uang, makanya harus ditaati apa yang sudah kita ucapkan," lanjut Ryamizard.

Beberapa kali anak buah kapal batu bara asal Indonesia diculik oleh jaringan kelompok Abu Sayyaf di perairan Sulu. Hingga kini masih ada dua anak buah kapal (ABK) yang ditawan di sekitaran Pulau Jolo.

Pada Mei lalu, menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia, Malaysia, dan Filipina menghadiri pertemuan trilateral di Yogyakarta. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan kesepakatan untuk koordinasi patroli bersama.

Koordinasi itu dimulai dari perairan di atas Kalimantan Utara, ke Laut Sulawesi hingga ke Laut Sulu milik Filipina Selatan. Setiap ada kapal batu bara yang ingin berlayar di sekitar perairan tersebut, harus melapor agar bisa dipantau keamanan di sekitarnya.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP