Menhan: Pangkalan militer AS di Darwin tak ganggu Indonesia
Merdeka.com - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia tidak akan mengancam keamanan Indonesia. Hal itu dikatakan Purnomo setelah mendapat klarifikasi baik dari pihak Australia dan AS.
"Kita sudah terima klarifikasi baik dari Amerika Serikat dan Australia. Ini tidak diartikan sebagai ancaman kesatuan Indonesia," ujar Purnomo Yusgiantoro, kepada wartawan, saat menggelar jumpa pers di gedung Kementerian Pertahanan, Kamis (2/8).
Menurutnya, hal itu dipastikan Purnomo setelah ada pembicaraan dengan pihak-pihak terkait mengenai hal tersebut. Kedua negara itu berjanji akan menghormati kedaulatan masing-masing.
"Mereka clear katakan Australia dan Amerika Serikat tetap menjaga kedaulatan (Sovereignity) Indonesia," katanya.
Selain itu, lanjutnya, ide-ide utama dan pembahasan terkait pengamanan dalam kasus-kasus emergency di Indonesia dengan Australia, sudah tertuang dalam Lombok Treaty.
"Prinsipnya hubungan Indonesia dengan Australia kalau itu diplomatik ada di Lombok Treaty. Masalah yang terungkap soal ilegal migrant itu terungkap di Darwin saat sektor defence to defence," jelasnya.
Purnomo menambahkan, pembicaraan kerjasama mengenai penanganan masalah kemanusiaan antara Indonesia dan Australia akan kembali dibahas September mendatang.
"Jadi untuk penanganan kemanusiaan dari Indonesia kita ada Basarnas. Nah kalau perlu bantuan di Australia itu adalah AMSA, dan awal september akan lakukan pertemuan lagi," tandasnya. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya