Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengupas Penyebab Banyak Sasaran Vaksinasi Covid-19 Status Drop Out

Mengupas Penyebab Banyak Sasaran Vaksinasi Covid-19 Status Drop Out vaksinasi COVID-19. ©2021 Merdeka.com/ Antara

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap penyebab banyak sasaran vaksinasi di Indonesia masuk kategori drop out. Dia menyebut, ada dua pemicunya.

Pertama, sasaran vaksinasi drop out merupakan pekerja yang berpindah-pindah. Seperti pelaut dan tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Jadi banyak pekerja kita itu pelaut, TKI. Suntik pertama dan keduanya nanti masalah," jelasnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (23/3).

Penyebab kedua, sasaran vaksinasi drop out karena tinggal di daerah terpencil. Sehingga jarak dari rumah ke tempat vaksinasi sangat jauh.

Menurut Budi, mayoritas sasaran vaksinasi drop out berada di luar kota metropolitan. Sementara sasaran vaksinasi drop out di kota metropolitan terbilang kecil.

"Jadi terjadinya di kota-kota dengan dua penyebab itu tadi pekerjaannya berpindah-pindah dan daerahnya remote (terpencil)," tandasnya.

20 Juta Orang Belum Dosis Kedua Vaksin

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat secara nasional ada 20 juta orang masuk kategori drop out atau belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Provinsi yang mencatat jumlah drop out terbanyak ialah Jawa Barat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan Jawa Barat melaporkan ada 5 juta warga yang belum mendapatkan dosis kedua setelah divaksinasi pertama dalam rentang waktu 1 sampai 5 bulan.

"Secara nasional, jumlahnya sebanyak 20 juta orang," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (17/2).

Ada empat provinsi lain yang mencatat jumlah drop out terbanyak, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sumatera Utara.

Wiku menyampaikan, pemerintah berusaha melakukan tindakan cepat dengan segera melakukan percepatan vaksinasi dosis kedua. Tindakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran SR.02.06/II/921/2022 Tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out.

"Sehingga dimohon kepada seluruh kepala dinas seluruh provinsi maupun tingkat kabupaten kota untuk serius melaksanakan arahan pemerintah pusat," ucapnya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu menerbitkan Surat Edaran SR.02.06/II/921/2022 Tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 bagi Sasaran yang Drop Out.

Melalui suratnya, Maxi menyebut data 12 Februari 2022, vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah diberikan kepada sekitar 188.168.168 orang. Namun untuk dosis kedua baru sekitar 135.537.713 orang.

"Untuk itu diperlukan upaya segera melengkapi vaksinasi primer bagi masyarakat yang belum mendapatkan dosis kedua (sasaran drop out)," kata Maxi dalam surat yang diterbitkan pada 13 Februari 2022 itu.

Berdasarkan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) pada 11 Februari 2022, Maxi menyebut vaksinasi kepada kelompok drop out bisa menggunakan tiga cara. Pertama, bagi sasaran yang mengalami drop out dalam rentang waktu kurang dari enam bulan dapat diberikan vaksin kedua dengan platform yang berbeda sesuai ketersediaan di masing-masing daerah.

Kedua, bagi sasaran yang mengalami drop out dalam waktu lebih dari enam bulan, maka vaksinasi primer harus diulang. Vaksinasinya dapat menggunakan platform yang berbeda dari vaksin semula.

Ketiga, mengingat saat ini vaksin Sinovac yang didistribusikan jumlahnya terbatas dan diperuntukkan bagi sasaran anak usia 6-11 tahun, maka sasaran drop out dapat menggunakan vaksin dengan platform berbeda yang tersedia untuk melengkapi dosis keduanya dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa kedaluwarsa terdekat.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP