Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengumbar desahan mesum lewat saluran telepon

Mengumbar desahan mesum lewat saluran telepon Mengumbar desahan mesum lewat saluran telepon. ©2013 Shutterstock.com

Merdeka.com - "Halo selamat malam sayang. Kamu lagi kesepian ya?" suara mendesah itu terdengar mesra di ujung telepon.

Suaranya ramah dan enak didengar.

"Nama aku Selly. Kata orang aku cantik, rambutku panjang oiya aku seksi loh," lanjutnya.

esek

Kalimat pembuka seperti itu lazim digunakan para operator seks premium untuk memikat konsumen. Membuat konsumen betah berlama-lama mengobrol.

Tapi namanya layanan premium, tarif telepon semacam ini tak murah. Minimal Rp 1.700 per 30 detik. Rata-rata setiap orang mengobrol selama 20 menit ke atas. Apalagi yang sudah kecanduan. Mereka kerap menelepon berjam-jam.

"Halo sayang. Kamu lagi apa? Aku lagi mau mandi. Suara Selly makin genit. "Kamu mau temenin aku mandi ya. Kamu coba bayangin deh."

Nah, demikianlah layanan telepon seks. Mereka akan memandu konsumennya untuk membayangkan suasana berhubungan intim lewat telepon. Lengkap dengan rayuan dan desahan persis seperti orang berhubungan intim.

Tentu Selly tak benar-benar sedang mandi. Kadang dia melayani telepon sambil main facebook atau membaca majalah, bahkan sambil makan. Soal desahan dia mengaku hanya akting belaka.

Tujuan mereka membuat konsumen menelepon selama mungkin. Semakin lama semakin banyak keuntungan yang diraup pengusaha layanan telepon seks itu.

Menurut Selly, sehari dia bekerja delapan jam. Perusahaan tempatnya bekerja beroperasi 24 jam non stop. Ada shift pagi jam 06.00-14.00 WIB, shift siang 14.00-22.00 WIB dan shift malam 22.00-06.00 WIB.

"Aku bisa terima telepon 20 kali. Kalo rame bisa 30 kali. Rata-rata temen segitu," katanya.

Menurutnya ada 10 orang setiap shift. merdeka.com mencoba mengobrol dengan operator dari perusahaan lain. Rata-rata layanannya serupa. Begitu juga dengan tarif dan sistem kerja.

Kini coba hitung-hitungan. Bayangkan saja, 20 kali telepon dikali 10 operator dikali per telepon 20 menit, dengan tarif Rp 1.700 per 30 detik. Lalu dikali tiga shift. Maka angka yang muncul adalah sekitar Rp 40 juta per hari. Kalikan 30 hari, maka rata-rata pengusaha bisnis ini mendapat penghasilan Rp 1,2 miliar. Sangat menggiurkan.

Operator telepon seks ini punya dua sasaran. Yang pertama mereka yang awam dan tertarik menelepon karena penasaran dengan iklan sensual di koran, ataupun sms yang menggoda. Yang kedua, mereka yang memang sudah kecanduan telepon seks. Tak cuma ABG, orang dewasa dan tua pun menjadi pelanggannya.

"Ada yang bisa telepon sehari tiga kali. Ngakunya sih mahasiswa. Sekali nelepon bisa satu jam," aku Erna, seorang operator telepon seks yang lain.

Para konsumen yang kecanduan inilah yang tak memikirkan rekening teleponnya jebol hingga jutaan rupiah. Semua karena desahan palsu di telepon itu. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP