Mengukur Peluang Gibran jika Maju Pilgub Jateng
Merdeka.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah akan digelar di tahun 2024. Meski masih dua tahun lagi, namun dinamikanya sudah mulai terasa saat ini. Terlebih dengan munculnya nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam daftar potensial bakal calon gubernur.
Berdasarkan hasil survei dari lembaga Survei Charta Politika Indonesia di bulan Juli 2022, elektabilitas putra Presiden Joko Widodo itu sudah moncer sebagai bakal calon gubernur Jateng.
Gibran menguasai hasil elektabilitas calon gubernur Jateng. Angkanya mencapai 38,8 persen. Elektabilitasnya terpaut jauh dengan tokoh di urutan kedua.
Sebagai runner-up, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memiliki elektabilitas 10,7 persen. Nama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi alias Hendri berada di urutan ketiga dengan elektabilitas sebesar 7,8 persen.
Sementara itu nama lain yang muncul adalah Rustriningsih 4,3 persen, Sudirman Said 3,9 persen, Achmad Husein 3,8 persen, FX Hadi Rudyatmo 3,6 persen, dan Komjen Condro Kirono 1,5 persen.
Survei Charta Politika Indonesia digelar di Jawa Tengah pada 24-30 Juni 2022. Jumlah responden survei sebanyak 1.200 di setiap provinsi. Metodologi survei menggunakan multistage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen. Margin of error survei kurang lebih 2,83 persen.
Tiga bulan kemudian, Charta Politika Indonesia kembali merilis hasil survei preferensi sosial dan politik masyarakat Jawa Tengah tahun 2022. Salah satunya tentang calon Gubernur Jawa Tengah periode 2024-2029.
Hasilnya, survei itu menunjukan Gibran mendapatkan elektabilitas tertinggi sebagai calon Gubernur Jateng dengan 37,7 persen. Gibran menang telak dalam survei itu dengan mengalahkan sejumlah tokoh lainnya.
"Gibran Rakabuming Raka menjadi pilihan responden tertinggi sebagai kepala daerah Jawa Tengah dengan hasil survei 37,7 persen," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya dalam keterangannya, Kamis (13/10).
Gibran unggul dalam survei itu atas Taj Yasin Maimoen yang mendapatkan 12,5 persen. Lalu, Hendrar Prihardi sebanyak 7,7 persen, FX Hadi Rudyatmo sebanyak 4,7 persen, Achmad Husein sebanyak 3,7 persen, Sudirman Said sebanyak 3,1 persen, Rustriningsih 2,2 persen dan Komjen Condro Kirono sebanyak 0,5 persen.
Sementara responden memilih tokoh lainnya sebanyak 2,3 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 25,8 persen.
"Pertanyaan tertutup terkait jika pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2024 dilaksanakan hari ini, Gibran cukup mendominasi pilihan publik sebagai calon Gubernur pada simulasi yang dilakukan," kata Yunarto.
Survei dilakukan pada 20 sampai 27 September 2022. Survei ini memakai metode wawancara tatap muka yang diikuti oleh 1200 responden dengan menggunakan multistage random sampling dengan wilayah survei seluruh PSU: Kelurahan/Desa. Survei ini memiliki margin of error 2.83 persen.
Dukungan Mengalir
Mendapat elektabilitas tinggi sebagai bakal cagub Jawa Tengah pada 2024, Gibran pun mulai dibanjiri dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo yang menyambut baik hasil survei tersebut. Pada kesempatan kunjungan kerja ke Sukoharjo pekan lalu secara terang terangan, dia menyampaikan dukungannya untuk Gibran maju dalam Pemilihan Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2024 mendatang.
Sementara itu, dukungan juga mengalir dari Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo yang siap memenangkan Gibran jika benar-benar mengikuti pemilihan gubernur. Baik Pilkada di Jawa Tengah maupun di DKI Jakarta. Sebagai kader partai dia akan tegak lurus mengikuti keputusan ketua umum.
Mantan Wali Kota Solo itu mengungkapkan jika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah mendorong Gibran untuk maju pilgub, itu tandanya ia melihat Gibran sebagai sosok yang memiliki kompetensi dan kemampuan. Sehingga jika ingin maju sebagai calon gubernur, pasti akan diberikan rekomendasi.
"Lha gubernurnya di mana, DKI apa Jawa Tengah ? Pada prinsipnya, bagi saya, ketika ketua umum itu merekom (rekomendasi) A, A itulah yang harus kita jalankan dan kita menangkan," ujar Rudy, Rabu (22/6).
Tidak hanya mendapat dukungan dari perorangan, Forum Mantan Aparatur Desa Indonesia (Forumadi) juga mendeklarasikan dukungannya terhadap Gibran.
"Berdasarkan pada adanya berbagai hasil kerja nyata yang dirasakan oleh warga, kepemimpinan yang tegas dan mumpuni, serta adanya visi masa depan terarah, kami menyatakan mendukung Wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menjadi Gubernur Jawa Tengah," kata Ketua Umum Forumadi, Sumarsono kepada wartawan, Rabu, (19/10).
Menurut Sumarsono dukungan tersebut juga berdasar dari beberapa lembaga hasil survei yang menyatakan jika Gibran memuncaki sosok yang dengan elektabilitas tertinggi sebagai Gubernur Jateng.
"Hal Ini sekaligus membuktikan, bahwa selama ini masyarakat Jawa Tengah memantau dan mengikuti sepak terjang kinerja mas Wali kota Solo di dalam kontribusinya sebagai pemimpin kepada pembangunan serta kemajuan daerah yang dipimpinnya," ujar Sumarsono.
Respons Gibran
Menanggapi dukungan yang mulai berdatangan untuknya, Gibran menyampaikan rasa terima kasih. Namun untuk saat ini, dia menegaskan masih fokus untuk menyelesaikan pekerjaan di Solo.
"Saya belum monitor beritanya, masih lama kok. Saya fokus dulu di Solo, terima kasih untuk doanya," ujar Gibran kepada merdeka.com di sela pengambilan gambar program DTalks di Pura Mangkunegaran, Kamis (20/10).
Gibran menyatakan belum memikirkan soal Pilkada. Ditambah dengan masa kerja yang dijalani sebagai Wali Kota Solo belum genap 2 tahun. Saat ini, dia mengaku masih fokus akan 10 program kerja yang pernah dia canangkan.
"Iya, saya fokus dulu untuk 10 titik program pembangunan di Solo. Selain Masjid Sheikh Zayed dan Islamic Center, kita juga fokus di sini (Pura Mangkunegaran). Ini terintegrasi dengan Ngarsapura dan Gatot Subroto. Nanti jadi seperti Malioboro di Jogja," terang dia.
Saat disinggung apakah lebih tertarik untuk terjun ke DKI Jakarta atau Jawa Tengah, Gibran menegaskan untuk tetap fokus di Solo. "Sekali lagi, jawabannya sama, fokus dulu di Solo," tegasnya.
Mengenai deklarasi dukungan terhadap dirinya, dia menganggap hal ini sebagai sesuatu yang wajar sama seperti saat menjelang Pilkada Kota Solo 2020, banyak relawan yang mendeklarasikan dukungan kepadanya agar maju sebagai calon Wali Kota Solo.
"Sama kaya waktu awal-awal pilkada dulu kan. Banyak sekali relawan yang berinisiatif melakukan deklarasi seperti itu. Dan saya kan tidak monitor satu satu," tandasnya.
Gibran mengaku tak bisa melarang deklarasi semacam yang dilakukan oleh relawan. Ia pun juga belum memutuskan sikap apa pun terkait dukungan tersebut. "Saya kan juga belum memutuskan apa apa. Tunggu aja," katanya.
Namun, jika pencalonan ini atas perintah langsung dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Gibran mengaku pasrah. "Ya sudah, yawis to. Tapi saya harus menyelesaikan pekerjaan dulu di Solo. Durung (belum) genap 2 tahun," ungkapnya.
Reporter: Putri Oktafiana
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya