Menguak kejahatan Geng Motor Sukmal dari Bekasi
Merdeka.com - 11 Orang anggota geng motor Sukmal (Suka Maling) dibekuk aparat Polresta Bekasi Kota. Mereka dibekuk karena terlibat aksi perampokan sepeda motor di wilayah setempat, dini hari tadi.
"Mereka tidak segan melukai korbannya dengan senjata tajam," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda, Kamis (20/11).
Ujang menyebutkan, para tersangka antara lain, Aldi Fahmi (21), Muslim (21), Iis Sutrisno (20), Ahmad Jaenudin (20), Nurul Ibad (20), Yahya (19), Nahrowi (21), Aryanto (23), Rizkal (24), Ahmad Auzi (19), dan Endi Apriyadi (19).
Pelaku yang dibekuk terlebih dahulu ialah Aldi Fahmi di Bekasi Jaya RT 4/5, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada saat ditangkap pelaku tengah beraksi, tapi berhasil ditangkap polisi. Tersangka terpaksa dilumpuhkan karena mencoba melawan dan melarikan diri ketika diajak melakukan pengembangan.
Geng Motor Sukmal ini juga dikenal sadis saat beraksi. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan saat dirampok. Berikut cerita keganasan Geng Motor Sukmal Bekasi yang meresahkan warga ini:
Geng Motor Sukmal celurit korbannya jika melawan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda, hasil pemeriksaan terhadap tersangka, mereka sudah melakukan aksinya sebanyak 15 kali di Bekasi Utara, Bekasi Timur, dan Bekasi Barat. Sebelum beraksi mereka berkumpul dan meminum minuman keras di Bekasi Utara."Setelah itu mengendarai sepeda motor 3-4 kendaraan, dan mencari sasaran," kata Ujang.Setelah mendapatkan sasaran, kemudian para pelaku memepet korban sambil mengancam pakai senjata tajam jenis celurit, golok, dan pisau. "Mereka lalu meminta paksa kendaraan korban," katanya.Menurut Ujang, mereka tidak segan melukai korban apabila melakukan perlawanan. Rata-rata, korbannya ialah pengendara sendiri dan dieksekusi di wilayah jembatan Kranji, Bekasi Barat. "Korbannya dibacok di tangan, dan punggung," kata Ujang.
Geng Motor Sukmal terbentuk sejak di bangku sekolah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda mengatakan, kelompok geng motor suka maling atau yang biasa dikenal Sukmal sudah terbentuk sejak anggotanya duduk di bangku SMA."Sejak masih remaja itu, mereka sudah berbuat kriminal. Makannya dinamakan Sukmal, kepanjangannya Suka Maling," kata Ujang, Kamis (20/11).Menurut Ujang, kelompok itu terus eksis hingga lulus sekolah, dan terus berkumpul hingga sekarang. Selama itu pula, tingkat kejahatan yang dilakukan kelompok tersebut terus meningkat. Dari mulai melakukan pencurian kecil hingga menggunakan kekerasan."Sekarang sudah berani merampok. Dilakukannya sejak tahun 2012 lalu. Total pengakuannya sudah 15 kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan," kata Ujang.
Sebelum beraksi nenggak anggur ginseng
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPimpinan kelompok geng motor Sukmal atau suka maling, Yahya alias Dagol (19) mengaku sebelum beraksi menenggak minuman keras terlebih dahulu."Minum ginseng dulu (anggur merek ginseng)," kata Yahya pada wartawan di Mapolresta Bekasi Kota, Kamis (20/11).Menurut dia, motif minum agar mabuk itu untuk menambah rasa percaya diri, dan tidak mudah takut ketika beraksi. Setelah yakin, baru kemudian menjalankan aksinya dengan mencari calon korban."Dihadang dulu, ada yang mepet. Kalau sudah berhenti, ada meminta paksa," kata Yahya.
Hasil rampokan untuk foya-foya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKelompok geng motor Sukmal atau Suka Maling selain merampok pengendara sepeda motor, juga mencuri sepeda motor di sejumlah tempat. Hal itu terbukti dengan ditemukannya 15 anak kunci leter T."Pengakuannya belasan kali. Tapi, ini masih kami kembangkan. Diduga masih banyak lagi. Soalnya ada juga yang DPO, berinisial T," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda, Kamis (20/11).Ujang mengatakan, dari 15 pengakuannya, aksinya antara lain di Bekasi Barat merampok 6 kali, Bekasi Selatan yaitu merampok 1 kali, mencuri 2 kali. Sedangkan di Bekasi Utara melakukan perampokan sebanyak 6 kali. "Dilakukan sejak tahun 2012," ujar Ujang.Hasil kejahatan para tersangka kata Ujang, dijual ke penadah di daerah Karawang, Jawa Barat. Satu sepeda motor dijual dengan harga sekitar Rp 2-3 juta. Hasilnya digunakan untuk foya-foya satu kelompok.Terakhir, seorang pelaku yang menjadi pimpinannya, Aldi Fahmi (21) mencuri sepeda motor di Bekasi Jaya, Bekasi Timur. Tapi, aksinya ketahuan polisi dan tersangka ditangkap. Polisi lalu mengembangkan dan menangkap 10 pelaku lainnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya