Mengintip potensi wisata di Kutai Kartanegara
Merdeka.com - Berada di Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara diam-diam menyimpan banyak destinasi wisata, baik yang disajikan oleh alam, budaya maupun manusia.
Tercatat, ada 7 destinasi wisata unggulan di wilayah itu, antara lain, Museum Mulawarman, Museum Kayu Tuah Himba, Kawasan bukit Bengkirai, Borneo Orang Utan Survival Samboja, Pantai Tanah Merah Samboja, Planetarium Jagat Raya dan Pulau Kumala.
"Wisata alam (ada) wildlife (satwa liar) khas kalimantan yakni orang utan di Borneo Orang Utan Samboja (BOS) dan habitat bekantan di Sungai hitam, serta pesut mahakam di sekitar cagar alam muara kaman," ujar Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari kepada merdeka.com, belum lama ini.
Rita juga menceritakan, wisata budaya yang dimiliki wilayahnya juga tak kalah menjadi favorit, salah satunya Festival Erau. "Peninggalan Kerajaan Kutai di Museum Mulawarman berikut makam raja-raja Kutai serta situs lesong batu muara kaman peninggalan kerajaan hindu tertua di Muara Kaman," jelasnya.
Dengan potensi ini, kata dia, jumlah kunjungan wisata dari tahun ke tahun meningkat secara signifikan. Pada tahun 2010 jumlah kunjungan wisata hanya mencapai 397.532 wisatawan dan pada tahun 2015 mencapai 1.357.542 wisatawan.
Dengan adanya potensi ini, pihaknya berupaya agar berkembangnya pariwisata ikut mensejahterakan UKM dan unit pemberdayaan masyarakat lainnya, yaitu dengan mendorong dan membantu permodalan usaha kerajinan tradisional masyarakat, usaha makanan khas Kutai, serta unit-unit usaha informal lainnya, seperti usaha permainan anak-anak.
"Melakukan berbagai kegiatan event budaya khususnya Erau Adat Kutai & International Folk Arts Festival dan event pariwisata yakni dengan Festival Kota Raja (karnaval kostum, festival lampion, gelar produk daerah), sehingga upaya mendatangkan pengunjung dengan menggandeng para UKM dalam kegiatan pameran dan gelar produk dlam festival memberikan jalan bagi para UKM untuk bertemu, dikenal dan diminati oleh masyarakat," jelasnya.
Lanjut Rita, sarana akomodasi penunjang sektor pariwisata juga terus berkembang, hal ini dapat dilihat dari jumlah hotel maupun penginapan yang mencapai 20. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga relatif memadai.
"Sarana akomodasi dalam bentuk hotel bintang dan non bintang tersedia, namun untuk kondisi sekarang, keberadaan hotel bintang yang baru dua buah ditambah resort Pulau Kumala yang akan dikelola pihak ketiga dirasakan kurang khususnya saat event-event budaya dan pariwisata di gelar, di mana pengunjung sebagian beralih di akomodasi yang ada di sekitar Kota Tenggarong yakni Kota Samarinda," jelasnya.
"Ke depan Pemkab berencana untuk menyiapkan angkutan wisata dalam bentuk bis wisata dan perahu wisata untuk mengitari Sungai Mahakam di sekitar Kota Tenggarong. Untuk bis wisata akan diupayakan dengan menggandeng CSR perusahaan. Perahu wisata juga diharapkan demikian," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, bupati berparas cantik ini juga menyampaikan prestasi di bidang pariwisata yang telah diraih wilayahnya. "Festival Erau Ditetapkan sebagai Festival budaya terpopuler di tanah air pada tahun 2016 dengan penghargaan Menteri Pariwisata."
"Erau Adat Kutai & International Folk Arts Festival mendapat penghargaan Otonomi Award dari JPIP (Jawa Post Institute Pro Otonomi) bidang aktualisasi kekhasan daerah. Menerima penghargaan terbaik II Panji Pembangunan bidang Pariwisata dari Gubernur Kalimantan Timur," pungkasnya. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya