Mengintip kegiatan masjid Lautze Bandung saat bulan Ramadan
Merdeka.com - Masjid Lautze Bandung didirikan pada 1997 silam. Masjid Lautze Bandung adalah yang kedua didirikan seorang mualaf asal Tionghoa bernama Oei Tjeng Hien atau dikenal Haji Karim Oei. Sebelumnya Haji Karim mendirikan Masjid Lautze di daerah Pecinan Jakarta pada 1991.
Pada Ramadan tahun ini, di masjid yang identik dengan nuansa etnis Tionghoa mengadakan kegiatan untuk anak-anak bertajuk cinta masjid. Humas masjid Lautze Bandung, Jesslyn Reyner mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan supaya anak-anak mengetahui fungsi masjid.
"Lautze Bandung sendiri untuk Ramadan kita lebih fokus sama anak-anak. Membina anak-anak di sini untuk cinta masjid. Kalau anak-anak ke masjid bukan terpikir seperti kita untuk salat tapi mau main, jadi kita merangkul mereka untuk cinta masjid," kata Jesslyn saat ditemui merdeka.com di masjid Lautze, Bandung, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, selain buka bersama dan salat tarawih anak-anak juga diajarkan membaca Alquran serta berbagai kegiatan yang memiliki pesan moral.
"Setelah itu kita bina di sini belajar Alquran, kisah-kisah nabi dan cerita-cerita yang punya pesan moral," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut di bulan Ramadan menjadikan masjid Lautze lebih hidup dengan berbagai tingkah polah anak-anak. "Namanya anak-anak lari sana lari sini terus nanti nangis. Bahkan kadang ada yang jatuh terus berdarah," kisah Jesslyn.
Kendati demikian, dirinya dan pengurus lainnya tetap senang karena dapat merangkul anak-anak yang mayoritas dari kalangan menengah ke bawah.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya