Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengintip kampung penadah begal motor di Sasak Panjang

Mengintip kampung penadah begal motor di Sasak Panjang Onderdil motor Sasak Panjang. ©2015 Merdeka.com/ronald chaniago

Merdeka.com - Petugas gabungan dari Satreskrim Polresta Depok, dan Polda Metro Jaya terus melakukan razia dan mencegah kejahatan pembegalan yang saat ini meresahkan masyarakat. Lokasi razia yang menjadi sasaran di jalan Sasak Panjang, Desa Citayam, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, yang berdekatan dengan Depok.

Menurut Kepala Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Agus Salim, Penggerebekan ini berkaitan dengan kasus pencurian hingga pembegalan yang saat ini meresahkan masyarakat. Sebab di Sasak Panjang dikenal sebagai pusat penjualan onderdil motor peretelan.

"Penggerebekan itu berkaitan dengan kasus pencurian sepeda motor di Depok. Yang diduga, pencurinya menjual sepeda motor curian kepada penadah di kawasan Jalan Sasak Panjang. Dan penadah mempereteli sepeda motor lalu menjual onderdilnya," ujar Kompol Agus pekan lalu.

Di kalangan pemotor Jabodetabek, Sasak Panjang sudah lama dikenal sebagai sentral penadah barang-barang hasil pembegalan. Walau tak semua pedagang, mendapat barang dari hasil begal. Ada juga yang mendapatkannya dari warga yang ingin menjual onderdil, atau dari tukang loak.

Dulu ada semacam istilah. Kalau motor hilang, cari saja di Sasak Panjang, tapi bentuknya sudah peretelan.

"Iya mas, baru beberapa hari lalu Sasak Panjang ini digerebek polisi, ya kurang lebih ada 200 personel mas dan ada personel antihuru-hara juga ada kayak senjata gas air mata juga. Barang-barang dicek semua, didata dan kiosnya juga ikut digeledah. Tapi saya bisa menunjukkan bukti-bukti bahwa barang saya ini resmi bukan curian," kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Lokasi Sasak Panjang jauh dari pusat Kota Depok. Tapi selalu ramai dikunjungi kalangan pemotor yang ingin mencari barang-barang onderdil asli dan juga murah. Posisinya terletak di jalan yang menghubungkan Citayam dengan Bojonggede, Bogor dan Sawangan. Di jalan itu, banyak kios dan toko yang penuh menjajakan onderdil motor yang harganya cukup dijangkau oleh pembeli.

"Saya kalau cari onderdil memang kesini, katanya sih barang curian. Tapi karena murah saya beli saja. Kita kan nggak tahu asal-usulnya," kata Tio, seorang warga Sawangan, Depok.

Tio mewakili para pembeli. Asal murah, mereka cuek saja dengan asal-usul barang ini. Tak peduli walau barang hasil begal. Inilah yang membuat pembegalan tumbuh subur.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP