Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengikat Janji Suci Meski Terusik Pandemi

Mengikat Janji Suci Meski Terusik Pandemi menikah di tengah pandemi. ©2020 Merdeka.com/intan umbari

Merdeka.com - Rencana Aghnia dan Andya menggelar pesta pernikahan disaksikan keluarga besar kandas. Pandemi Covid-19 membuat mereka mengubah haluan.

Mereka mulanya berencana menggelar pesta mengundang ribuan orang di Semarang, Jawa Tengah pada Agustus 2020. Persiapan sudah matang dilakukan. Mulai dari gedung pernikahan, katering hingga busana kedua mempelai.

"Pandemi menyerang bulan Maret dan semua rencana gagal total," kata Aghnia bercerita melalui sambungan telepon kepada merdeka.com.

Aghnia sempat berharap, pandemi Covid-19 mereda sehingga mimpinya tetap bisa terwujud. Namun penyebaran virus Corona di Indonesia malah semakin masif. Mereka pun mempercepat waktu pernikahan dan digelar pada Juni 2020.

Persiapan dilakukan sangat cepat. Berkas pernikahan pun diurus dengan kilat. Satu minggu mengurus di Kantor Urusan Agama. Rencana menikah di kampung halaman Semarang, Jawa Tengah pun berpindah ke Tangerang Selatan, Banten. Orang tua Aghnia yang berdomisili di kota lumpia itu pun tidak bisa menyaksikan pernikahan secara langsung.

"Ayah yang seharusnya menikahkan anaknya, digantikan kerabat dekat," ucap Aghnia, lirih.

Kakak perempuannya yang tinggal di Bangkok dan adiknya tinggal di Kairo, Mesir, juga tidak bisa terbang ke Indonesia. Semua dilakukan demi menjaga dan meminimalisir adanya penyebaran virus Covid-19.

Malam hari sebelum Andya mengucapkan ijab qabul, Aghnia menangis. Perasaannya campur aduk. Sedih karena tidak bisa disaksikan langsung oleh orang tua dan kakak adiknya. Tetapi, "Bahagia, karena akhirnya saya sebentar lagi menikah dengan lelaki pilihan saya," ungkap Aghnia.

Momen sakral itu pun akhirnya tiba. Hanya 15 orang yang hadir di hari bahagia. Mereka yang hadir di lokasi adalah tiga keluarga dari pihak Andya, keluarga adik dari ibu Aghnia, dan seorang kerabat.

Orang tua Aghnia turut hadir menyaksikan secara virtual melalui aplikasi zoom. Begitu pula dua saudara kandungnya. Pukul 11.01 WIB Andya membacakan akad.

"Ibu saya menangis sejadi-jadinya, terdengar di seluruh penjuru rumah dan terdengar oleh sahabat dan kerabat yang menyaksikan pernikahan melalui aplikasi Zoom," lirih Aghnia.

Acara berlangsung kurang dari 1 jam. Khidmat, sederhana, dan intim. Sahabat dan kerabat dari berbagai lokasi hadir di zoom. Jakarta, Banten, Bandung, Jogja, Norwegia, Amerika, dan Turki. Selepas akad, tawa lepas Aghnia dan Andya menyapa mereka, satu per satu.

Betapa kebahagiaan yang mungkin tidak akan pernah dirasakan pada pesta pernikahan normal yang mengundang tamu 500 hingga 1.000 orang.

"Mereka lah yang menjadi sumber kebahagiaan kami berdua. Di situ, saya bersyukur. Betapa pernikahan adalah momen sakral, intim," tutur Aghnia menutup perbincangan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP