Mengenal thanaka, bedak perempuan Myanmar
Merdeka.com - Bedak umumnya dipakai perempuan untuk mempercantik diri. Diolesi merata ke kulit agar wajah terlihat lebih putih dan bersih. Bahkan seseorang yang berjerawat pun bisa terlihat lebih mulus.
Tetapi ini berbeda dengan para perempuan Myanmar. Mereka memakai bedak hanya dibubuhi di sisi kiri dan kanan wajah berbentuk bulatan dan kotak. Di luar sana mungkin mereka bisa diledek 'cemong', karena pakai bedak tak rata.
Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Didi Syafirdi dari Myanmar, pertama kali melihat para perempuan berbedak ini di bandara, ada yang bekerja di tempat penukaran uang, dan tempat makan. Di ruas-ruas jalan Ibu Kota pun banyak sekali dijumpai.
Di Myanmar sendiri bedak itu disebut thanaka, terbuat dari kulit kayu atau akar pohon thanaka yang digiling menjadi krim. Konon, warga setempat meyakini thanaka berkhasiat sebagai kosmetik mempercantik diri.
Memang menjadi pertanyaan kenapa thanaka tidak dipakai secara merata? Atau, mengapa tidak dipakai malam hari ketika hendak tidur?
Htiet Htiet Zaw mengatakan, hal itu merupakan budaya yang terus diadopsi menjadi kebiasaan oleh warga Myanmar. Bedak yang terasa dingin saat dipakai itu, lanjutnya, juga dapat melindungi wajah.
"Untuk melindungi agar tak terbakar matahari. Ini tradisional," kata Mahasiswi jurusan Bahasa Inggris, Universitas Yangon itu.
Menurut Zaw, pemakai thanaka juga tidak dibatasi usia. Meski ada laki-laki yang memakai, namun mayoritas adalah ibu-ibu. "Dari anak kecil hingga nenek-nenek pakai thanaka," tuturnya sambil tersenyum.
Kini thanaka sudah cukup dikenal luas sehingga mulai dikomersilkan. Penasaran, silakan anda mencobanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya