Mengapa Soekarno & Hatta baru dapat gelar pahlawan sekarang?

Reporter : Putri Artika R | Rabu, 7 November 2012 07:04

Mengapa Soekarno & Hatta baru dapat gelar pahlawan sekarang?
Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono hari ini akan menganugerahkan gelar kepahlawanan kepada dua proklamator kemerdekaan RI, Soekarno dan Muhammad Hatta. Hal itu berdasarkan putusan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan tahun ini.

Sidang yang diketuai oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto menyatakan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan untuk pahlawan nasional saat ini jatuh pada Soekarno dan Hatta. Keputusan tersebut telah tertulis dalam Keputusan Presiden (Keppres) dan Presiden pun telah menandatanganinya semalam. Penganugerahan gelar pahlawan terhadap Mantan Presiden RI dan Wakil Presiden RI itu dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November besok.

Mengapa baru sekarang Soekarno dan Hatta mendapat gelar pahlawan nasional?

Pakar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie menyatakan pendapatnya terkait gelar pahlawan yang baru diberikan kepada Soekarno dan Hatta setelah 64 Indonesia merdeka. Kedua orang ini seperti diasingkan saat pemerintahan zaman orde baru.

Menurut Jimly hal tersebut disebabkan pada dampak tercemarnya nama Soekarno dalam pemberontakan G-30-S/PKI. Soekarno diduga terlibat dalam pemberontakan yang menewaskan beberapa Jenderal tersebut. Bahkan, dugaan keterlibatan Soekarno tertulis dalam pertimbangan TAP XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno.

"Bahwa ada petunjuk-petunjuk, yang Presiden Sukarno telah melakukan kebijaksanaan yang secara tidak langsung menguntungkan G-30-S/PKI dan melindungi tokoh-tokoh G-30-S/PKI," demikian isi dari ketetapan yang dikeluarkan tanggal 12 Maret 1967.

Meskipun Soeharto telah lengser, namun dampak politik ketetapan TAP XXXIII/MPRS/1967 itu dinilai belum selesai. Menurut Jimly yang merupakan anggota Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan itu, masih perlu adanya upaya rehabilitasi sesuai UUD NKRI 1945.

"Masih perlu tindakan rehabilitasi sesuai UUD '45," tegas Jimly.

[hhw]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





BE SMART, READ MORE
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Truk tronton muatan triplek terjun ke jurang, sopir tewas
  • Valetine Day, 21 gembok cinta huni Taman Vertical Garden Kota Malang
  • 7 Warga meninggal dunia, Bupati Banyumas umumkan KLB demam berdarah
  • Ladybaby bakal menggelar 'One Man Show' pertama mereka!
  • Jelang pelantikan serentak 10 bupati di Sulsel, polisi mulai siaga
  • Harga minyak anjlok, ESDM akui tak dapat untung jual minyak mentah
  • Ini penyebab Tol Jakarta-Cikampek dilanda banjir
  • Suryono gugat cerai Bella Shofie, kontrak nikah sudah abis?
  • Hasil pertandingan Arsenal vs Leicester City: skor 2-1
  • Ketua IPW: Semua aparatur di Kalijodo patut dicurigai dapat jatah
  • SHOW MORE