Mengapa polisi Malaysia langsung tembak TKI?
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia mengecam aksi penembakan yang dilakukan polisi Malaysia terhadap tiga orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Saat ini, pemerintah sedang menunggu penjelasan resmi dari otoritas Malaysia perihal aksi yang dinilai main hakim sendiri itu.
"Pihak perwakilan RI di Malaysia sudah jauh-jauh hari menuntut dan saat ini tengah menunggu penjelasan resmi dari pihak Kepolisian Malaysia menyangkut insiden, situasi dan latar belakang penembakan itu," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, di Jakarta, Selasa (24/4).
Pemerintah Indonesia mempertanyakan apakah menembak mati merupakan pilihan terakhir yang harus dilakukan kepolisian Malaysia pada 3 TKI itu. Sebab, jika benar para TKI itu melakukan perlawanan, mengapa tidak kedua kakinya saja yang dilumpuhkan.
"Apakah sudah sesuai prosedur yang digariskan. Jika terlihat ada indikasi pihak kepolisian Malaysia tidak profesional dan sembrono, maka pemerintah Indonesia akan menyampaikan protes keras atas kebrutalan dan meminta pihak yang bersangkutan dihukum sepantasnya. Karena kasus ini merupakan non-labor case, maka sejak awal memang sudah ditangani pihak Konsuler," jelasnya.
Berdasarkan data yang diterima Kemenakertrans dari Atase Naker, ketiga TKI itu merupakan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI). TKI PATI adalah mereka yang bekerja namun tanpa berdokumen alias ilegal.
Satu orang TKI tersebut memang punya izin kerja di Malaysia, namun sudah expired sejak tahun 2009. Sedangkan dua lainnya berstatus TKI namun tidak ada dokumen sama sekali.
"Majikan mereka tidak tetap, tergantung ada tidaknya proyek pembangunan," tambah Muhaimin.
Pemerintah kini sedang berusaha memproses pemulangan tiga jenazah TKI ke Tanah Air.
"Pemerintah tengah menunggu permintaan resmi dari keluarga korban soal otopsi ulang. Begitu ada surat resmi, maka BNP2TKI akan memfasilitasinya. Kami harap permintaan itu bisa disampaikan secepatnya agar ada clearance," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 23 Maret silam, tiga TKI yang bekerja Malaysia yaitu Herman (34), Abdul Kadir (25), dan Mad Noor (28) dinyatakan meninggal dunia. Menurut laporan kepolisian Malaysia, mereka mati tertembak karena tertangkap basah saat akan merampok. Namun Migrant Care menemukan adanya kejanggalan di mayat korban tersebut karena ada sejumlah jahitan di dada dan tubuhnya. Ada dugaan mereka bertiga menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya