Menengok ruang forensik RS Polri
Merdeka.com - Tim forensik Rumah Sakit Polri, Kramatjati agaknya terus disibukan dengan tugas besar selama beberapa minggu ke depan. Mereka harus mengidentifikasi ratusan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).
Tim forensik berjibaku dengan waktu agar proses identifikasi cepat. Sesuai jumlah manifes, pesawat tersebut mengangkut 189 orang, di dalamnya termasuk kru pesawat. Jumlah yang besar untuk skala angkutan masal.
Banyaknya jumlah penumpang tak membuat Rumah Sakit Polri kelimpungan menampung jenazah yang berhasil dievakuasi. merdeka.com berkesempatan menengok fasilitas ruang forensik, tempat jenazah diotopsi untuk segera dilakukan identifikasi dengan rentetan tahapan.
Saat pintu masuk ruang forensik dibuka, aroma kimia menyambut saya, meski baunya tidak terlalu menyengat. Kemudian di sisi sebelah kanan terdapat pintu bertuliskan Ruang Scan. Hanya ada satu alat scan di dalamnya.
"Ini scan untuk jenazah. Tapi scan ini beda dengan scan untuk pasien biasa," ujar petugas yang membawa rombongan media.
Saya berjalan lagi ke ruang lainnya. Di ruang tersebut terdapat dua sisi pintu saling berhadapan, tertulis "Ruang Otopsi". Meski tercium bau bagi orang pertama kali masuk, ruangan berwarna biru itu tertata rapi dengan jejeran meja otopsi jenazah.
Peralatan medis seperti alat pengukur panjang, gunting, cairan antiseptik tersedia rapi di setiap meja yang sudah tersambung di sisi kiri dan kanan. Tiap-tiap meja juga terpasang lampu.
"Ada 13 meja jenazah dari ruang otopsi," tukasnya.
Masih di ruang yang sama, ada satu pintu bertuliskan "Ruang Jenazah" di atas pintu tersebut ada indikator suhu. Petugas yang membimbing media mengatakan suhu dalam ruang jenazah minus 14 derajat celcius. Indikator yang terpasang di atas pintu ruang jenazah menunjukan suhu di dalamnya di angka 20.
"Ruangan itu bisa menampung 50 jenazah," tukasnya.
Sementara urutan proses otopsinya, jenazah yang baru diterima pihak rumah sakit terlebih dahulu diberi label, kemudian dimasukan ke ruang jenazah. Sambil menunggu proses otopsi, tim forensik mencocokan data jenazah dengan pihak keluarga.
Setelah mendapat data yang diperlukan seperti data ante mortem, barulah jenazah dikeluarkan dari ruang jenazah untuk dilakukan otopsi, mencocokan data ante mortem dengan data post mortem yang melekat pada jenazah.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya