Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok para istri aktivis yang tewas dan hilang diculik

Menengok para istri aktivis yang tewas dan hilang diculik wiji thukul. ©camarade.over-blog.org

Merdeka.com - Menjadi istri aktivis tidaklah mudah. Berbagai teror serta ancaman bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Apalagi menjadi istri dari aktivis yang tewas misterius atau hilang akibat diculik, tentu sangatlah berat.

Beban hidup yang makin berat harus ditanggung sendiri. Membesarkan anak tanpa didampingi oleh suami, adalah makanan sehari-hari.

Sebut saja istri dari almarhum pejuang HAM Munir, Suciwati. Atau istri Wiji Tukul, hingga wartawan Udin yang tewas akibat berita-berita kritis yang dia bikin, sampai Eva Arnaz, artis kondang tahun 80-an yang suaminya hilang tak tahu di mana dan diduga diculik.

Bahkan, istri Wiji Tukul, Sipon mengaku pernah dibawa ke rumah sakit jiwa karena dianggap gila lantaran masih mencari keberadaan suaminya yang hilang entah kemana.

"Saya pernah dimasukkan RSJ Tangerang oleh LPSK. Mereka anggap saya gila karena masih mencari suami saya. Tapi sudah jalan Tuhan akhirnya saya terbukti tidak gila, saya di RSJ hanya 6 bulan," kata Sipon saat dihubungi merdeka.com, Kamis (17/4).

Beda dengan Sipon, Eva Arnaz, akhirnya mengakhiri masa penantian pencarian suaminya dengan menikah lagi.

Masih banyak lagi kisah-kisah pilu para istri aktivis yang hilang diculik atau pun tewas akibat vokal menyuarakan kesenjangan dan ketidakadilan.

Merdeka.com dalam rangka memperingati Hari Kartini yang akan jatuh pada 21 April nanti, hari ini menulis kisah-kisah pilu para istri aktivis yang tewas atau pun hilang akibat ulah rezim penguasa. Selamat membaca.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP