Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok Kapal Pintar di Makassar warisan Ani Yudhoyono

Menengok Kapal Pintar di Makassar warisan Ani Yudhoyono Kapal Pintar. ©2016 merdeka.com/mappesona

Merdeka.com - Kristiani Yudhoyono atau lebih akrab disapa ibu Ani, istri Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono meninggalkan 'warisan', yang hingga saat ini masih dimanfaatkan warga Makassar dan sekitarnya.

Warisan itu kini terparkir di dermaga Mako Layang, Lantamal VI Jalan Yos Sudarso, Makassar yang selalu siap berlayar ke pulau-pulau untuk memuaskan rasa dahaga anak-anak akan ilmu pengetahuan. Itulah Kal Pintar atau Kapal Pintar yang di dalamnya ada perpustakaan memuat kurang lebih 2.000 judul buku.

Selain buku-buku, di atas kapal berukuran panjang 20 meter, lebar 4 meter ini juga dilengkapi fasilitas permainan untuk anak-anak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), seperti boneka tangan yang digunakan mendongeng. Juga perlengkapan visualisasi komputer yang dimanfaatkan untuk menayangkan film-film edukatif.

Kepala Dinas Penerangan Lantamal VI, Kapten Laut Khusus Suparman Sulo yang ditemui di Mako Lantamal VI, Jumat (18/3) mengatakan, pengadaan kapal pintar ini atas inisiasi Ani Yudhoyono bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

kapal pintar

Kapal Pintar ©2016 merdeka.com/mappesona

Kapal yang di bawah tanggung jawab Lantamal VI ini mulai dioperasikan sejak tahun 2012 untuk melayani masyarakat pulau pesisir.

"Kapal pintar ini dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Biasanya digunakan oleh ibu-ibu Jalasenastri atau ibu-ibu istri TNI AL untuk melaksanakan pembinaan ke pulau-pulau," kata Suparman Sulo.

Saat berkunjung ke pulau, jelasnya, para ibu-ibu ini memberikan berbagai program seperti pelatihan menjahit, pembuatan abon ikan kepada penduduk.

"Saat ibu-ibu Jalasenatri sibuk dengan aksi-aksi sosialnya itu, anak-anak pulau yang ada dipersilakan naik ke atas kapal pintar untuk membaca buku-buku perpustakaan memuat pengetahuan umum dan komik-komik edukatif, serta buku-buku tetang flora dan fauna. Ini dimaksudkan untuk memancing minat anak-anak pulau untuk gemar membaca," jelasnya.

Antara pulau-pulau yang telah disambangi adalah Pulau Kodingareng Keke, Pulau Samalona dan pulau Saugi yang ada di wilayah perairan Kabupaten Pangkep. Pulau Saugi ini yang terjauh yang pernah disasar Kapal Pintar dengan waktu tempuh empat jam dari dermaga layang Mako Lantamal VI.

"Kapal ini berlayar ke pulau biasanya tergantung cuaca karena ibu-ibu biasanya tinggi rasa takutnya. Jadi kalau cuaca buruk, biasanya tidak mengagendakan kunjungi ibu-ibu dan anak-anak pulau," kata Kapten Laut Khusus Suparman Sulo, Kadispen Lantamal VI.

Andi Tarih Khairunnisa (12), murid kelas VI SD Hang Tuah yang sempat ditemui di atas Kapal Pintar yang sementara sandar di dermaga Layang Mako Lantamal VI, mengaku senang luangkan waktu membaca di perpustakaan di atas kapal ini jika sementara sandar.

"Buku-bukunya banyak dan sejuk di dalamnya karena pakai AC," tutur Andi Tarih Khairunnisa yang sementara baca buku berjudul Ratu Mongol.

Informasi tentang perpustakaan di atas kapal ini, kata Andi Tarik, diperoleh dari gurunya. "Awalnya saya pusing karena kapal goyang-goyang kalau membaca. Tapi lama kelamaan terbiasa," tutur bocah manis ini.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP