Menekan Pemalsuan Uang di Daerah Wisatawan
Merdeka.com - Setelah melakukan sosialisasi tentang keaslian rupiah dan penukaran uang lusuh di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (21/9) kemarin, Tim Ekspedisi Kas Keliling Bank Indonesia dan TNI AL tiba di Desa Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (22/9).
Menyeberang dari pelabuhan Taman Nasional Komodo menggunakan perahu kayu, Tim Ekspedisi disambut dengan Manca, tarian khas warga Desa Komodo.
Menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara, warga Desa Komodo yang menggantungkan hidup dari pariwisata itu, terlihat antusias mendengar penjelasan terkait keaslian rupiah, yang dipaparkan oleh tim dari Bank Indonesia.
Bahrudin, salah satu warga yang ditemui merdeka.com usai mengikuti sosialisasi mengatakan, sebagai nahkoda kapal pengangkut wisatawan, harus benar-benar ketahui ciri keaslian rupiah, sehingga kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat.
"Kita tiap hari antar wisatawan ke sana kemari, kita tidak tau apakah uang sewa kapal itu asli atau palsu, jadi sosialisasi macam begini sangat penting bagi saya," kata dia.
Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Heru Pranoto mengatakan, setiap kegiatan program 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil) sosialisasi mengenai Cigur (Ciri Uang Rupiah) selalu diutamakan, sehingga masyarakat tidak dirugikan.
"Kita juga koordinasi dengan aparat penegak hukum, untuk selalu melakukan pemberantasan pemalsuan uang rupiah dan sejauh ini berjalan baik," kata Heru.
Selain Desa Komodo dan Labuan Bajo, Pulau Pemana di Kabupaten Sikka dan Lamalera di Kabupaten Lembata, juga menjadi sasaran Tim Ekspedisi Kas Keliling Bank Indonesia dan TNI AL tahun 2019 ini.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya