Menebak Pustun & Jawa Sarkia di obrolan LHI-Fathanah soal istri

Reporter : Anwar Khumaini | Sabtu, 18 Mei 2013 08:04




Menebak Pustun & Jawa Sarkia di obrolan LHI-Fathanah soal istri
Para saksi kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pengadilan Tipikor kemarin kembali menyidangkan kasus suap impor daging sapi dengan menghadirkan beberapa saksi penting. Di antara para saksi tersebut adalah Ahmad Fathanah dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

Dalam persidangan tersebut, diperdengarkan rekaman pembicaraan antara Fathanah dan Luthfi via telepon dalam durasi yang cukup lama. Banyak kata-kata sandi atau istilah-istilah yang diucapkan dalam bahasa Arab.

Di awal pembicaraan, Fathanah mengajak ngobrol santai dengan Luthfi, seperti mengatakan kalau Luthfi sudah ditunggu oleh para istrinya. "Istri-istri antum sudah menunggu semua," ucap Fathanah kepada LHI.

Luthfi sepertinya kurang paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Fathanah. Oleh karenanya, Fathanah pun mengulang jawabannya persis seperti omongannya semula, "Istri-istri antum sudah menunggu semua," Fathanah mengulangi.

Luthfi pun tertawa lebar dan kembali bertanya, "Istri yang mana saja." Dijawab sama Fathanah, "Ada semua."

"Yang pustun-pustun apa Jawa Sarkia?" Luthfi kembali bertanya. "Pustun," jawab Fathanah. Luthfi pun kembali tertawa saat Fathanah menyebut Pustun.

Apa maksud Pustun yang mereka obrolkan? Belum bisa dijelaskan pastinya. Namun jika ditelusuri ke Wikipedia, pustun atau pasthun adalah sebutan untuk orang-orang Pakistan, Afghanistan yang berasal dari etnis di Iran. Belum dipastikan apakah pastun yg disebut Fathanah adalah seperti yang dijelaskan di atas.

Sementara istilah Jawa Sarkia, bila diartikan secara gramatikal, Jawa berarti suku Jawa, sedangkan sarkia berasal dari Bahasa Arab, Sarkiyah yang artinya timur. Jadi jika digabungkan berarti Jawa Timur.

Jadi, apakah maksud istri Luthfi yang disebut Fathanah sudah menunggu mereka berasal dari Afghanistan/Pakistan atau dari Jawa Timur?

Selengkapnya, berikut petikan obrolan Luthfi dengan Fathanah yang diperdengarkan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jumat (17/5) kemarin:

0797 Assalamualaikum
3535 Waalaikum salam ya ayuhal rais
0797 Ayyuha sakhfarat
3535 Khoir alhamdulillah.. afwan pertama istri-istri antum sudah menunggu semua ini
0797 Hah?
3535 Istri-istri antum sudah menunggu semua
0797: Waduh
3535: Hahaha (Tertawa)
0797: Yang mana aja
3535: Ada semuanya
0797: Yang pustun pustun apa jawa sarkia?
3535: Pustun
0797: Hehehe (Tertawa)
3535: He he he.. kapan an?
0797: Haaa?

Baca juga:
Di persidangan, Luthfi bantah terima suap kuota impor daging
Ahmad Fathanah sosok dengan 5 sebutan
4 Kebohongan Maharany ini terbongkar di pengadilan
Cerita 3 wanita Ahmad Fathanah
4 Fakta mengejutkan Fathanah dan Maharany di hotel

[has]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Panas! Poster 'TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES' dihapus, kenapa?
  • Pedagang Malioboro keluhkan penurunan pendapatan
  • Libur Lebaran, jalur Puncak macet hingga 20 KM
  • 2 Wisatawan tewas tenggelam di Pantai Cikelet Garut
  • Jadi oposisi atau tidak, Golkar akan tentukan nasibnya sendiri
  • Kominfo minta ISP blokir 7 situs berita palsu
  • Ngamuk di malam Lebaran, preman kampung tewas ditusuk keris
  • 5 Bahan alami yang efektif dan murah meriah untuk usir nyamuk
  • Pesulap India ini bikin tersenyum para tunawisma lewat aksinya
  • Tertibkan PKL Monas, Satpol PP sita tiga truk barang dagangan
  • SHOW MORE